Ketika itu Sang Buddha sedang bersemayam di Vihara Jetavana,
mengisahkan tentang Culla Subhada, anak Anathapindika.
Kisah ini dimulai ketika Anathapindika masih remaja.
Ia mempunyai sahabat akrab, anak seorang bendahara bernama Ugga, yang tinggal di kota Ugga.
Mereka belajar bersama ilmu sastra di rumah seorang guru.
Ketika mereka belajar bersama, mereka membuat perjanjian,
"Bila kita sudah dewasa, lalu menikah dan mempunyai anak laki-laki dan perempuan,
kalau salah satu di antara kita memilih anak perempuan untuk dijadikan menantunya,
maka yang lainnya itu harus memberikan anak perempuannya."