Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Cerita - Sang Buddha Pelindungku VI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita - Sang Buddha Pelindungku VI. Tampilkan semua postingan

20 Januari 2011

Culla Subhadda yang Berbudi Luhur

Ketika itu Sang Buddha sedang bersemayam di Vihara Jetavana,
mengisahkan tentang Culla Subhada, anak Anathapindika.

Kisah ini dimulai ketika Anathapindika masih remaja.
Ia mempunyai sahabat akrab, anak seorang bendahara bernama Ugga, yang tinggal di kota Ugga.
Mereka belajar bersama ilmu sastra di rumah seorang guru.
Ketika mereka belajar bersama, mereka membuat perjanjian,

"Bila kita sudah dewasa, lalu menikah dan mempunyai anak laki-laki dan perempuan,
kalau salah satu di antara kita memilih anak perempuan untuk dijadikan menantunya,
maka yang lainnya itu harus memberikan anak perempuannya."

18 Januari 2011

Persembahan Dana Yang Tiada Tara

Kisah ini disampaikan oleh Sang Guru, ketika Beliau berdiam di Jetavana.
Pada suatu ketika Sang Guru baru kembali dari berpindapata yang diiringi
dengan lima ratus muridNya, masuk ke Vihara Jetavana.

Pada waktu itu pula Raja mengunjungi vihara dan mengundang Sang Guru
untuk menjadi tamunya di istana.
Keesokan harinya, Raja menyiapkan persembahan dana yang luar biasa besarnya
untuk Sang Guru dan murid-muridNya,
beliau juga mengundang penduduk dengan berkata :

"Undanglah mereka datang ke sini
dan lihatlah persembahan dana yang telah saya persiapkan untuk Sang Guru."

03 Juli 2010

Pangeran Magha Menjadi Dewa Sakka

"Bila seseorang merawat ibu dan ayahnya.
Menghormat kepada anggota keluarga yang lebih tua.
Lemah lembut dan ramah di dalam bertutur kata.
Menghindari berbicara buruk tentang orang lain.
Dengan teguh melenyapkan keserakahan.
Jujur, dapat mengatasi kemarahan.
Orang demikian disebut seorang yang baik oleh para dewa
Dari alam ke Tiga Puluh Tiga Dewa."
Pada suatu ketika, Sang Buddha berkata : "Inilah, Mahali, yang telah dilakukan oleh
Sakka pada kehidupannya yang lampau sebagai Pangeran Magha."