Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Dhamma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dhamma. Tampilkan semua postingan

03 Maret 2014

Ciong Energi Dewa Tai Sui ( Dewa Penguasa Tahun )

Kata “Ciong” berarti bertemu. 

Seringkali kata “Ciong” disalah artikan menjadi sial, celaka, kurang beruntung. 

Barangkali keterangan yang paling tepat 

adalah ketika seseorang sedang terkena “Ciong” 

arti-nya seseorang sedang bertemu. 



Dalam bertemu, 

belum tentu mengalami gangguan yang tidak baik, 

mungkin juga bisa beruntung, 

bila dapat mengubah energi Ciong ke arah baik (menunjang).





Di dalam siklus hidup seseorang 

sekali waktu pasti “bertemu atau ciong” 

dengan energi Dewa Tai Sui (Dewa Penguasa Tahun), 

atau pun dengan 5 energi lain-nya yaitu : 

1. energi U Kuei (5 Setan), 

2.  energi Tien Kou (anjing langit), 

3. energi Dewa Pai Hu (macan putih), 

4. energi Tau Hua (taman bunga) 

5. dan energi Liu Hai (6 rintangan).




Tidak perlu menjadi suatu kekhawatiran 

jika seseorang pada suatu saat “Ciong” 

dengan salah satu kekuatan tersebut di atas, 

karena ada cara untuk menghindari dan mengatasinya


04 Mei 2013

Para Buddha di Masa Lampau yang Pernah Bertugas di Dunia


Ksitigarbha Bodhisattva melanjutkan :

"Yang Arya Bhagavan Yang Termulia,

Para Buddha di Masa Lampau  yang pernah bertugas di Dunia 

ini masih banyak sekali seperti :

1. Suddhacandra Buddha 


2. Giriraja Buddha 


3. Jnanabhibhu Buddha 

16 April 2013

Tiga Kelompok Masa (Periode) Buddha


Tiga Kelompok Masa (Periode)


Periode pertama yaitu “Vyuhakalpa”, 

Periode Ke-dua yaitu periode “Samantakalpa

Periode Ke-tiga atau Periode “Jyodirganakalpa” 

* * * * * 


Sang Buddha kembali beralih kepada Sang Maitreya,

Setelah hapal ke-53 Nama Buddha tersebut lalu Aku mengajarkan kepada Umat Lain
dan mereka pun mengajarkan kepada Umat-Umat yang lain lagi,
demikian seterusnya
hingga akhirnya mencapai jumlah 3.000 Orang yang Rajin Memuliakan Nama ke-53 Buddha tersebut.

15 April 2013

Para Buddha dari Sepuluh Penjuru Semesta


Di antara Buddha yang datang

dari Penjuru Timur adalah Buddha Merupradipa,

dari Penjuru Tenggara adalah Buddha Ratnagarbhavyuha,

dari Selatan adalah Buddha Candanamaniprabha,


dari Barat Daya adalah Buddha Suvarnasagarasvara,

dari Barat adalah Buddha Mahakarunaprabha,

dari Barat Laut adalah Buddha Utpalavira,


06 April 2013

Apakah Sebab Tertentu dari Beberapa Sebab Akibat


1. Apakah umur pendek karena suatu sebab tertentu ?

2. Apakah sebab umur pendek itu ? 

3. Apakah sebab rupa buruk itu ?  

4. Apakah sebab mempunyai pengaruh sedikit sekali itu ? 

5. Apakah sebab miskin itu ?  

6. Apakah sebab Orang rendah itu ?  

7. Apakah sebab Orang dungu itu ?


* * * * *

14 Maret 2013

7 Hal dari Akibat Kemarahan


Buddha menjelaskan tentang kemarahan  

dan bersabda bahwa pada saat seorang diliputi kemarahan, tujuh hal menimpanya;  

tujuh hal yang cuma mengabulkan hasrat musuh-musuh-nya  

dan membuat mereka bersenang hati.  

Apakah ketujuh hal itu ?


1. Ia akan kelihatan buruk walaupun berpakaian dan bertata rias baik.

2. Ia akan terbujur kesakitan, walaupun ia tidur di atas kasur yang empuk dan hangat.

3. Ia akan melakukan perbuatan yang hanya akan membawa kerusakan dan penderitaan,
karena menganggap yang baik sebagai yang buruk dan yang buruk sebagai yang baik,
dan karena selalu gelisah dan tidak lagi memakai akal sehat.

08 Oktober 2012

Klasifikasi Dana Berdasarkan Abhidhamma

Berdasarkan Abhidhamma

1. Dana objek bentuk atau warna (rupa dana).
Harus dimengerti sebagai pemberian dengan penekanan pada warna
atau bentuk dari objek yang diberikan,
seperti memberi bunga, baju, buku, dan yang lainnya,
dengan warna atau bentuk yang disukai oleh penerima.

2. Dana objek pendengaran (sadda dana).
Harus dimengerti sebagai pemberian suara atau bunyi yang disukai
atau objek yang menghasilkan suara,
seperti ucapan terima kasih, alat musik, dan yang lainnya.

3. Dana objek penciuman (gandha dana).
Harus dimengerti sebagai pemberian dengan penekanan pada wangi/keharuman dari objek yang diberikan, seperti parfum, dupa, dan yang lainnya.

Klasifikasi Dana Berdasarkan Vinaya

Berdasarkan Vinaya

1. Dana jubah (civara dana).

2. Dana makanan (pi??apata dana).

3. Dana tempat tinggal dan keperluannya
seperti vihara, ranjang, kursi, dan yang lainnya (Senasana dana).

4. Dana obat-obatan (bhesajja dana).

Empat Kediaman Luhur Pikiran - Ajaran Cinta Kasih

Sang Buddha mengajarkan Dhamma atas dasar cinta kasih pada dunia.
Orangtua harus melaksanakan “Empat Kediaman Luhur Pikiran”
yang diajarkan oleh sang Buddha dalam membesarkan anak-anak mereka.

Keempat Kediaman tersebut adalah:

* Metta – cinta kasih atau kehendak baik

* Karuna – kasih sayang

* Mudita – kesenangan simpati

* Upekkha – keseimbangan atau “pikiran yang tenang”

Syarat dalam Berucap

Faktor-faktor eksternal suatu ucapan layak atau tidak layak untuk dikemukakan
dapat ditemukan pada Abhayarajakumara Sutta, MN 58.
Faktor-faktor tersebut antara lain:

* Apakah ucapan itu benar atau salah ?

* Apakah ucapan itu bermanfaat atau tidak ?

* Apakah ucapan itu dikehendaki orang atau tidak ?

* Apakah ucapan itu menyenangkan orang atau tidak ?

Sumber:
www.bukudharma.com
Judul: Ucapan Benar
Oleh: Willy Yandi Wijaya

21 Juli 2012

Asal Mula dari Kebaikan

Asal mula dari kebaikan terdiri dari :

1. Merasa puas dan bahagia
dengan apa yang dimiliki dengan jerih payah dan jalan yang benar.

2. Dengan memiliki cinta kasih, kasih sayang,
merasa simpati dan bahagia akan kebahagian orang lain
dan memiliki keseimbangan batin.

3. Memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan yang benar


Sumber:
Majalah Dawai No. 43
Edisi Vesakh 2550 | 2006 | Vihara Dhammadipa Surabaya
Hal. 15-16

Empat Macam Kebahagiaan Bagi Umat

Sang Buddha menguraikan empat macam kebahagiaan bagi umat biasa,
yaitu:

1. Athi sukha
yaitu kebahagiaan karena memiliki kekayaan, kesehatan, umur panjang, kecantikan,
dan sebagainya

2. Bhoga sukha
yaitu karena dapat menikmati apa yang diperolehnya

3. Anana sukha
yaitu kebahagiaan karena seseorang bekerja keras dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari

4. Anavajja sukha
yaitu kebahagiaan yang didapatkan jika seseorang merasa dirinya telah berbuat sesuai Dhamma


Sumber:
Majalah Dawai No. 43
Edisi Vesakh 2550 | 2006 | Vihara Dhammadipa Surabaya
Hal. 24

03 Juni 2012

Istanavihara - Kisah Visakha Berdana Istana

Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi di Jetavana.
Pada waktu itu, Visakha, umat awam agung itu,
telah dibujuk oleh teman-teman dan pelayan-pelayannya
untuk berjalan-jalan di taman pada suatu hari perayaan.
Setelah mandi dan diminyaki dengan baik, dia menyantap makanan yang enak,
menghias diri  dengan seperangkat hiasan "perambat besar".
Lalu, dengan dikelilingi lima ratus pendamping,
dia berangkat dari rumah dengan upacara besar dan dengan sejumlah besar pengikut.
Sementara berjalan  menuju taman itu, Visakha berpikir,

"Apa yang ada bagiku di sana, di dalam hiburan kosong seolah-olah saya adalah gadis muda?
Sebaiknya  saya pergi ke vihara, memberi hormat kepada Yang Terberkahi
dan para pria mulia yang memberikan inspirasi pada pikiran,
dan saya akan mendengarkan Dhamma."
Maka dia pergi ke vihara, berhenti di satu sisi,
melepaskan perhiasan "perambat besar", dan memberikannya ke tangan seorang pelayan.
Lalu, dengan khusuk dia memberi penghormatan kepada Yang Terberkahi,
dan duduk di satu sisi.
Dia mendengarkan Dhamma, dan melakukan ucapara mengelilingi Sang Buddha,
dan kemudian meninggalkan vihara.

Sanghaguna

Di dalam Anguttara Nikaya, Tikanipata 20/267,
disebutkan tentang sifat-sifat mulia Sangha, yang disebut Sanghaguna.
Ada 9 jenis Sanghaguna, yaitu sebagai berikut.

1. Supatipanno
Bertindak/berkelakuan baik

2. Ujupatipanno
Bertindak jujur / lurus

3. Ñayapatipanno
Bertindak benar (berjalan di 'jalan' yang benar, yang mengarah pada perealisasian Nibbâna)

Dhammaguna

Di dalam Anguttara Nikaya Tikanipata 20/266,
disebutkan tentang sifat Dhamma, atau Dhammaguna.
Ada 6 Dhammaguna, yakni sebagai berikut.

1. Svâkkhâto bhagavatâ dhammo
Dhamma Ajaran Sang Bhagava telah sempurna dibabarkan.

2. Sanditthiko
Berada sangat dekat (kesunyataan yang dapat dilihat dan dilaksanakan dengan kekuatan sendiri).

3. Akâliko
Tak ada jeda waktu atau tak lapuk oleh waktu.

Sembilan Buddhaguna

Di dalam Anguttara Nikaya Tikanipata 20/265,
disebutkan tentang sifat-sifat mulia Sang Buddha, atau disebut Buddhaguna.
Ada sembilan Buddhaguna, yaitu sebagai berikut.

1. Araham
Manusia suci yang terbebas dari kekotoran batin.

2. Sammâsambuddho
Manusia yang mencapai penerangan sempurna dengan usaha sendiri.

3. Vijjâcaranasampanno
Mempunyai penglihatan jernih yang sempurna dan tindak-tanduk bajik yang juga sempurna.

Arti Tiratana ?

Apa itu Tiratana?

Kata Tiratana terdiri dari kata Ti,
yang artinya tiga dan Ratana,
yang artinya permata/mustika;
yang maknanya sangat berharga.

Jadi, arti Tira-tana secara keseluruhan adalah Tiga Permata (Tiga Mustika)
yang nilainya tidak bisa diukur;
karena merupakan sesuatu yang agung, luhur, mulia,
yang sangat penting untuk dimengerti (dipahami) dan diyakini oleh umat Buddha.

Sesuai dengan arti katanya, yaitu Tiga Mustika atau Tiga Permata,
maka isi Tiratana memang terdiri dari 3 permata atau tiga Ratana, yaitu:
Buddha Ratana, Dhamma Ratana, dan Sangha Ratana.

Arti Buddha

Arti Buddha (dalam Khuddaka Nikaya) adalah:

1. Dia Sang Penemu (Bujjhita) Kebenaran

2. Ia yang telah mencapai Penerangan Sempurna

3. Ia yang memberikan penerangan (Bodhita) dari generasi ke generasi

4. Ia yang telah mencapai kesempurnaan melalui 'penembusan', sempurna penglihatanNya,
dan mencapai kesempurnaan tanpa bantuan siapapun.

01 Juni 2012

Sila Musavada - Tentang Ucapan

Tiap Puja Bakti kita menjalankan ritual menguncarkan Pancasila
sebagi janji melatih diri menghindari perbuatan buruk,
yang antara lain Musāvādā ( berbohong atau cerita yang tidak benar ).

Pengendalian diri sangatlah penting.

1. Pisunavācā,
fitnah, umpat, ucapan dengki yang bertujuan memperburuk orang lain atau memecah belah persahabatan.

2. Pharusavācā,
omong kasar.
Menggunakan kata-kata kasar yang menyakitkan hati atau merendahkan, menghina orang lain.

3. Samphappalāpavācā,
Menyombongkan diri dan membual atas fakta yang tidak benar dan orang percaya omongannya.

* * * * *

30 Mei 2012

Nasihat Bagi Umat Manusia

Untuk download file, silahkan klik link berikut ini:
https://docs.google.com/open?id=0B6a5vK3IVP_0dVR3RHQxNUhEbVU