Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Dhamma - We Must Know. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dhamma - We Must Know. Tampilkan semua postingan

05 November 2013

Gatha Pelimpahan Jasa


Semoga jasa dan kebajikan


Memperindah tanah suci Para Buddha


Membalas 4 ( empat ) budi besar


Dan menolong mereka di 3 ( tiga ) alam sengsara


Semoga mereka yang mendengarkan Dharma ini


Semua bertekad membangkitkan kebodhian


Sampai diakhir penghidupan ini


Bersama-sama lahir di alam bahagia





Sumber:
http://www.walubi.or.id/paritta/paritta_umum.shtml

02 Juli 2013

Sejarah Tentang Di Zi Gui

Di Zi Gui
berawal dari buku berjudul Xün Meng Wen ( Naskah Pencerah Batin )
karya Li Yüxiu dari Dinasti Qing.

Buku tersebut mengutip makna ayat dari Buku berjudul Lun Yü Bab Ke-enam ( Tentang Pelajaran ).

Lun Yü
adalah Buku khusus yang membahasa inti ajaran Kong Hu Cu.

Pada masa itu,
Di Zi Gui adalah pendidikan yang diajarkan kepada Anak-anak 
serta menjadi salah satu bahan dari pendidikan Keluarga.


15 Maret 2012

Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek merupakan Perayaan terpenting Orang Tionghoa.

Perayaan Tahun Baru Imlek

dimulai di Hari Pertama Bulan Pertama ( 正月: zhēng yuè ) 

di Penanggalan Tionghoa

dan berakhir dengan Cap Go Meh di Tanggal kelima belas / 15 

( pada saat Bulan Purnama )

 ( lebih dikenal sebagai Lantern Festival / yuan xiao jie / Cap Go Meh ).

Malam Tahun Baru Imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti “Malam Pergantian Tahun”.




14 Maret 2012

Hari Metta

Hari Raya Metta dirayakan pada bulan Januari,

dan Hari Raya ini jatuh tepat pada tanggal 1 Januari.


Hari Raya Metta ini tidak ada hubungan dengan kehidupan Sang Buddha Gotama.

Hari Raya Metta ini baru ditetapkan pada tahun 1970 

oleh World of Buddhist Council di Hongkong.


Pada Hari Raya Metta sebaiknya umat Buddha melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat cinta kasih, misalnya: ....

Manfaat mengembangkan Metta atau Cinta Kasih : ....


Peristiwa ini terjadi sehubungan dengan peresmian sebuah rumah sakit Buddhis di Hongkong
yang dihadiri oleh umat Buddha dari seluruh dunia pada tanggal 1 Januari 1970.

04 Maret 2011

Legenda 12 Shio

Menurut Legenda Tradisional China, ke dua belas binatang dikumpulkan dalam satu hari

untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin dalam Siklus Pertahunan.

Siapapun yang dapat menyeberang sungai akan mendapat giliran pertama,

dan sisanya akan mengikuti urutan sesuai dengan kedatangan mereka.


12 Shio yaitu
1. Tikus, 2. Kerbau
3. Macan
4. Kelinci
5. Naga
6. Ular, 7. Kuda
8. Kambing, 9. Monyet,  10. Ayam
11. Anjing
12. Babi

* * * * * 

14 November 2010

Yang Merupakan Ajaran Sang Buddha

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhasa
”Ada kemungkinan, bahwa di antara kalian ada yang berpikir:
`Berakhirlah kata-kata Sang Guru; kita tidak mempunyai seorang Guru lagi.
` Tetapi, Ananda, hendaknya tidak berpikir demikian.
Sebab apa yang telah Aku ajarkan sebagai Dhamma dan Vinaya, Ananda,
itulah kelak yang menjadi Guru-mu, ketika Aku pergi.”
(Mahaparinibbana Sutta, Digha Nikaya 16)

Dewasa ini banyak di antara kita yang dibingungkan oleh kehadiran kelompok-kelompok
yang mengajarkan suatu ajaran dengan mengatasnamakan Buddhisme.
Banyak pertanyaan yang dilontarkan seperti :
Apakah kelompok ini adalah salah satu aliran Buddhisme ?
Apakah ajaran ini merupakan ajaran yang diajarkan oleh Sang Buddha ?
Dan sebagainya.

Sepuluh Paramita

Sepuluh Paramita itu adalah :
1. Dana Paramita (Kesempurnaan Kerelaan Hati)
2. Sila Paramita (Kesempurnaan Kemoralan)
3. Nekkhama Paramita (Kesempurnaan Pelepasan Keduniawian)
4. Panna Paramita (Kesempurnaan Kebijaksanaan)
5. Viriya Paramita (Kesempurnaan Semangat)
6. Khanti Paramita (Kesempurnaan Kesabaran)
7. Sacca Paramita (Kesempurnaan Kebenaran)
8. Adhitthana Paramita (Kesempurnaan Tekad)
9. Metta Paramita (Kesempurnaan Cinta Kasih)
10. Upekkha Paramita (Kesempurnaan Keseimbangan Batin)

Sumber :
* Sang Buddha Pelindungku IV
* website Buddhis Samaggi Phala, http://www.samaggi-phala.or.id/

Ajaran Welas Asih - Kwan Se Im Po Sat

Ajaran Welas Asih 

Avalokitesvara Bodhisattva - Mahasattva ( Kwan Se Im Po Sat) 


Orang yang berbuat baik, Meskipun rejeki belum tiba 

Namun sesungguh-nya bencana, Mulai menjauhi diri-nya, 


Orang yang berbuat jahat, Meskipun bencana belum tiba, 

Namun sesungguh-nya rejeki, Mulai menjauhi diri-nya.

* * * * * * * * * *

Yang Harus Diingat dan Dilaksanakan Dalam Kehidupan Sehari-Hari


1. Jika orang bikin kita susah, anggaplah itu adalah tumpukan rejeki

2. Mulai hari ini, belajar-lah setiap hari menyenangkan hati orang lain

Ehipassiko

Kata ehipassiko berasal dari kata ehipassika yang terdiri dari 3 suku kata
yaitu  ehi, passa dan ika.
Secara harafiah ”ehipassika” berarti datang dan lihat.
Ehipassikadhamma merupakan sebuah undangan kepada siapa saja
untuk datang, melihat serta membuktikan sendiri kebenaran yang ada dalam Dhamma.
Istilah ehipassiko ini tercantum dalam Dhammanussati (Perenungan Terhadap Dhamma)
yang berisi tentang sifat-sifat Dhamma.

Guru Buddha mengajarkan untuk menerapkan sikap ehipassiko di dalam menerima ajaranNya.
Guru Buddha mengajarkan untuk ”datang dan buktikan” ajaranNya, bukan ”datang dan percaya”.
Ajaran mengenai ehipassiko ini adalah salah satu ajaran yang penting
dan yang membedakan ajaran Buddha dengan ajaran lainnya.
Salah satu sikap dari Guru Buddha yang mengajarkan ehipassiko
dan memberikan kebebasan berpikir dalam menerima suatu ajaran
terdapat dalam perbincangan antara Guru Buddha dengan suku Kalama berikut ini:

06 November 2010

Picture Bodhisattva

1. Buddha Sakyamuni
2. Bodhisattva Avalokitesvara
3. Bodhisattva Mahasthamaprata
4. Bodhisattva Samantabhadra
5. Bodhisattva Manjusri
6. Bodhisattva Ksitigarbha
7. Bodhisattva Sangharama / Boddhisattva Dharmapala Sarva Deva
8. Bodhisattva Akasagarbha
9. Bodhisattva Maitreya

Untuk dapat melihat lebih lanjut dapat diakses melalui link berikut ini :
https://docs.google.com/open?id=0B6a5vK3IVP_0MjgyMWRjNmUtM2U2MS00OGFjLTk0MzMtNDJkNzIwYTU3NTE0


Sumber :
* http://www.amitabha-gallery.org/
* http://dhammacitta.org/pustaka/ezine/Sinar%20Dharma/Sinar%20Dharma%2020.pdf
* http://dhammacitta.org/pustaka/ezine/Sinar%20Dharma/Sinar%20Dharma%2023.pdf

29 Manussa Buddha yang Bertugas di Dunia

No - Nama Buddha - Sifat Utama


1. Tanhankara - Maha Perwira 

2. Medankara - Maha Mulia 

3. Saranankara - Maha Welas-asih 

4. Dipankara - Cahaya Cemerlang 

5. Kondanna - Junjungan Manusia 

6. Mangala - Yang Maha Agung   

7. Sumana - Pemberani Yang Berbudi Lemah Lembut 

8. Revata - Penambah Kegembiraan, Kebahagiaan 

9. Sobhita - Yang Penuh Kebajikan 

10. Anomadassi - Manusia Utama 

23 Oktober 2010

We Must Know - Sejarah dan Makna Warna Bendera Buddhis Internasional

Panji Buddhis Enam Warna atau Sadvarna Dvhaja tersebut bermakna :


BIRU
dari warna rambut Buddha, melambangkan Bakti atau Pengabdian.

KUNING EMAS 
dari warna kulit Buddha, melambangkan Kebijaksanaan.

MERAH TUA
dari warna darah Buddha, melambangkan Cinta Kasih.

PUTIH
dari warna tulang dan gigi Buddha, melambangkan Kesucian.

JINGGA
adalah warna yang diambil dari warna telapak tangan, kaki, dan bibir Buddha
yang melambangkan Semangat.



02 September 2010

Dhamma - Empat Kesunyataan Mulia

terdiri atas :
1. Dukkha Ariyasacca,
yang berarti Kesunyataan Mulia tentang adanya dukkha.

2. Dukkha Samudaya Ariyasacca,
yang berarti Kesunyataan Mulia tentang sebab dukkha.

3. Dukkha Nirodha Ariyasacca,
yang berarti Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya dukkha.

4. Dukkha Nirodha Gamini Patipada Ariyasacca,
yang berarti Kesunyataan Mulia tentang Jalan untuk melenyapkan dukkha.

Dhamma - Jalan Mulia Berunsur Delapan

Sang Buddha mengajarkan bahwa ada satu jalan untuk membebaskan makhluk dari
penderitaan, yaitu Ariya Atthangika Magga (Jalan Mulia Berunsur Delapan).
Jalan yang Agung dan Keramat ini hanyalah satu, tetapi terdiri atas delapan unsur yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu dari yang lainnya. Jalan Keramat ini dikenal juga sebagai “ Jalan Tengah “ ( Majjhima Patipada ), karena “Jalan” ini menghindari dan berada di luar cara hidup yang ekstrim, yaitu pemuasan nafsu yang berlebih-lebihan dan penyiksaan diri.

Ariya Atthangika Magga ini terdiri atas :
1. Samma Ditthi, yang berarti Pandangan Benar.
2. Samma Sankappa, yang berarti Pikiran Benar.
3. Samma Vaca, yang berarti Ucapan Benar.
4. Samma Kammanta, yang berarti Perbuatan Benar.
5. Samma Ajiva, yang berarti Penghidupan Benar.
6. Samma Vayama, yang berarti Daya Upaya Benar.
7. Samma Sati, yang berarti Perhatian Benar.
8. Samma Samadhi, yang berarti Konsentrasi Benar.


Dhamma - Doa Untuk Papa Mama

Di malam yang sunyi ini terima-lah sujud-ku.
Oh Buddha untuk Papa – Mama tercinta aku berdoa
Aku melihat pohon yang hening tak terhenti
tertiup angin seperti Papa – Mama
yang selalu siap memberikan kasih sayang-nya.

Mengingat kembali setelah aku lahir ke dunia ini.
Papa – Mama selalu memberikan pendidikan,
perlindungan dan wejangan,
memenuhi semua kebutuhan hidup
Aku selalu menerima semua-nya dan
mereka tidak pernah meminta balasan-nya

Dhamma - Kerap Kali Direnungkan

ABHINHAPACCAVEKKHANA
KERAP KALI DIRENUNGKAN



Kammmassakomhi
Akulah adalah pemilik karmaku sendiri,

Kammadayado
Pewaris karmaku sendiri,

Kammayoni
Lahir dari karmaku sendiri,

Dhamma - Hari - Hari Suci Agama Buddha

Dalam Kitab Suci Tipitaka 

diuraikan mengenai empat Hari Suci Agama Buddha, yaitu :


1. Hari Suci Waisak. 

2. Hari Suci Asadha. 

3. Hari Suci Khatina. 

4. Hari Suci Magha Puja.


* * * * * 

Dhamma - Pancasila Buddhis

1.Pannatipatta veramani shikapadaṃ sammadiyami
• Saya berjanji untuk tidak membunuh

2.Adinnadana veramani shikapadaṃ sammadiyami
• Saya berjanji untuk tidak mencuri

3.Kamesu micchacarra veramani shikapadaṃ sammadiyami
• Saya berjanji untuk tidak berbuat asusila