Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Dhamma - Keluarga - Bakti Kepada Orang Tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dhamma - Keluarga - Bakti Kepada Orang Tua. Tampilkan semua postingan

28 Februari 2014

Harapan Orang Tua

Dulu aku menuntun-mu menapaki jalan kehidupan ini, 
kini temani-lah aku hingga akhir jalan hidup-ku
Berikan aku cinta kasih dan kesabaran-mu, 
aku akan menerima-nya dengan senyuman penuh syukur
Di dalam senyum-ku ini, tertanam kasih-ku yang tak terhingga pada-mu…

* * * * * 


Di saat aku tua, bukan diri-ku yang dulu
Maklumi-lah diri-ku, bersabar-lah dalam menghadapi-ku

27 Februari 2014

24 Kisah tentang Bakti

Menurut Tradisi China, Bakti ( Hao atau Hsiao ) adalah tugas utama dari seluruh China. Dalam Raja-Hsiao (Klasik dari Filial Kesalehan), Konfucius mengatakan : 

"Kesalehan Filial adalah akar dari semua Kebajikan.
Kebajikan dari semua tindakan manusia tidak ada satu pun yang lebih besar dari Hsiao."


Bakti ( Hao ) merujuk untuk menghormati ekstrim bahwa Anak-anak China yang seharusnya untuk menunjukkan Orang Tua mereka. Ini melibatkan berbagai hal, termasuk mengurus Orang Tua, mengubur mereka dengan benar setelah kematian, membawa kehormatan Keluarga dan memiliki pewaris Laki-laki untuk meneruskan nama Keluarga. 

Berlatih cita-cita adalah bagian yang sangat penting dari budaya China. Oleh karena itu, Orang akan berharap bahwa Hao akan dimasukkan ke dalam Agama-agama utama China.

Kisah tentang perilaku berbakti teladan berlimpah dalam sejarah China. The Konfusius 24 (Dua Puluh Empat) Contoh Filial Kesalehan dipilih dan disusun oleh Kuo Chu-ching selama Dinasti Yuan (1280-1368 M) ketika ia sedang berkabung atas kematian Ayah-nya. Bahkan saat ini, kisah-kisah ini merupakan bagian penting dari cerita Rakyat China. 

Berikut adalah kisah Bakti yang sangat akrab dengan orang China dari generasi ke generasi.

15 Januari 2014

Bakti Dan Rendah Hati atau Xiao Ti - 孝 悌

Perilaku bakti dan rendah hati menyangkut hubungan yang paling mula dan paling dekat dalam kehidupan tiap Manusia; menyangkut hubungan bagaimana kita wajib mengabdi, menghormati dan mencintai Ayah-Bunda dan menyangkut hubungan bagaimana kita wajib mencintai Saudara-saudara. 

Karena jalinan hubungan ini paling dekat dan paling mula, maka dalam moral Konfuciani ke dua masalah ini dijadikan dasar dan landasan untuk pembinaan diri dalam jangkauan yang lebih luas dan lebih kompleks. 

Mengzi bersabda, 
“Mencintai ORANG TUA itulah Cinta Kasih, 
dan hormat kepada yang lebih tua itulah Kebenaran.” (VII A:15) 


“Mengabdi kepada siapa-kah yang terbesar ? 
Mengabdi kepada ORANG TUA itulah yang terbesar. 

09 Januari 2014

Kitab Bakti - Xiao Jing - 孝经

Kitab Bakti - Xiao Jing - 孝经 





BAGIAN 1

Kitab yang benar-benar hasil tulisan Kong Zi sendiri adalah Kitab Xiao Jing (孝经) atau yang dikenal sebagai Kitab Bakti. Penekanan Bakti selain kepada Keluarga juga kepada Negara itu tidak luput dari kondisi pada masa Kong Zi hidup. Pertentangan antar Negara, kebobrokan moral Para Pejabat menjadi salah satu dasar penulisan Kitab Xiao Jing itu.

Kitab XiaoJing (孝经) atau Kitab Bakti ini terdiri dari 18 Bab: 


12 Desember 2013

Kitab Pai Suei Lao Zen - Ratusan Bakti

1. 

Dunia mementingkan bakti, bakti harus diutamakan, dengan adanya bakti, seisi Keluarga akan selalu mendapatkan ketentraman dan keselamatan.


2. 
Orang yang berbakti akan mendapatkan Anak yang berbakti pula, 
Anak yang berbakti pasti-lah bijaksana dan berbudi.


3. 
Bakti merupakan langkah pertama dalam norma kemanusiaan, seseorang yang berbakti, kelak setelah meninggal akan menjadi Dewa.

07 November 2013

Sutra Bakti Seorang Anak Kepada Orang Tua - 02

* * * Untuk melihat dalam versi web, dapat di link berikut
https://sutrabaktiseoranganak.blogspot.com/p/home.html
atau klik disini >> SUTRA BAKTI SEORANG ANAK

* * *

Sutra Kebaikan dan Kasih Yang Mendalam Dari Orang Tua
Dan Kesulitan Untuk Membalas-nya 
( SUTRA BAKTI SEORANG ANAK )


Ayah dan Ibu adalah dua Buddha yang hidup dalam Keluarga.

Sutra ini adalah Sutra tentang Kebaikan Hati Orangtua dan bagaimana sulit-nya
untuk membalas Budi Baik mereka.

* Apakah sebab-nya kini Beliau menghormati seonggok tulang-tulang kering ?
* Bagaimana-kah cara-nya seseorang dapat membalas Kasih dan Kebaikan Ibu-nya ?
* 10 Jenis Kebajikan yang diperbuat oleh seorang Ibu kepada Anak-nya
* Ingin-kah Anda mengetahui "KAPAN" Kebaikan dan Cinta yang demikian itu berakhir ?
* Bagaimana membalas atau mengembalikan Kebaikan yang mendalam dari ke-dua Orangtua kami

* * * * * 

04 November 2013

Ayah dan Ibu Laksana Dewa Brahma dan Guru Awal

Mother and father are called "Brahma", "early teachers" and worthy of adoration, 
Being compassionate towards their family of children. 
Thence the wise should venerate them, pay them due honour. 

Ayah dan Ibu laksana Dewa Brahma,
Ayah dan Ibu adalah Guru Awal,
Ayah dan Ibu patut dipuja,
karena penuh kasih sayang kepada anak-anak-nya.


( Sabrahmaka Sutta, Catukkanipata, Itivuttaka, Khuddaka Nikaya )


Sumber:
Buku Path of Awakening - Buku Panduan Buddhist Festival 2013
Oleh Buddhist Education Centre
Halaman 111

Orang Tua adalah Maha Dewa

If one wishes to make offerings to teachers, 
one should make offerings to parents because parents are teachers. 
Jika seseorang hendak memberikan persembahan pada guru-guru,
seseorang haruslah memberikan persembahan pada Orang tua mereka
karena Orang tua mereka adalah guru-guru.


If one wishes to worship one should first worship parents. 
Jika seseorang hendak memuja,
seseorang haruslah pertama kali memuja Orangtua-nya.

If one wishes to worship fire one should first worship parents. 
Jika seseorang ingin memuja api
seseorang pertama kali harus memuja Orangtua-nya.

If one wishes to worship gods one should first worship parents because parents are gods. 
Jika seseorang ingin memuja Para Dewa
seseorang haruslah memuja Orang tua mereka
karena kedua Orang tua adalah Maha Deva.

( Samyuktagama )


Sumber:
Buku Path of Awakening - Buku Panduan Buddhist Festival 2013
Oleh Buddhist Education Centre
Halaman 111

08 Oktober 2013

Buddha Membicarakan Ullambana Sutra

Maudgalyayana berkata pada Buddha :

Pada masa depan, 

semua murid Buddha yang ingin melaksanakan bakti terhadap Orangtua 

dengan membuat dana Ullambana. 

Apakah mereka juga dapat menolong Ibu dan Bapak masa kehidupan ini 

dan juga Ibu dan Bapak dari tujuh masa kehidupan silam ?”



Pada bulan ketujuh, hari kelimabelas, hari Para Buddha bersuka cita, Hari Pravarana Sangha. 
Dengan menyediakan makanan ratusan rasa dan meletakkannya di dalam bak ullambana, 
lalu mendanakannya kepada Pravarana Sangha sepuluh penjuru. 

Mereka harus mendoakan Ayah dan Ibu pada masa sekarang, 
memiliki panjang umur sampai ratusan tahun tanpa penyakit 
dan tidak akan menderita segala macam masalah, 

serta Orang tua dari tujuh masa lampau 
untuk meniggalkan penderitaan hantu kelaparan dan dilahirkan diantara Manusia dan Makhluk Surgawi
serta memiliki rejeki dan kesenangan yang banyak.



* * * * * * * * *

05 April 2013

10 Jenis Kebajikan Yang Diperbuat oleh Seorang Ibu kepada Anak-nya


Sungguh sulit terlahir sebagai Manusia 

bagi kelahiran-kelahiran kita yang tak terhitung jumlah-nya."

"Tidak mudah bisa berada di dalam kandungan Ibu, 

dibutuhkan hubungan Karma dengan Orangtua."



Kebaikan ke-1 :
Kebaikan di dalam memberikan perlindungan dan penjagaan selama Anak dalam kandungan.

Kebaikan ke-2 :
Kebaikan dalam menanggung penderitaan selama kelahiran.

Kebaikan Ke-3 :
Kebaikan untuk melupakan semua kesakitan begitu Anak telah dilahirkan.

Perbuatan Baik Apakah Yang Bermanfaat Untuk Membalas Jasa-Jasa Orang Tua ?


Tetapi barang siapa dapat mendorong Orangtua-nya

yang tidak percaya menjadi ber - K E Y A K I N A N


Orangtua-nya yang tidak berbudaya menjadi ber - K E B A J I K A N,


Orangtua-nya yang kikir menjadi  M U R A H   H A T I,


Orangtua-nya yang bodoh menjadi   B I J A K S A N A,


dengan berbuat begitu, orang ini telah membalas, 

bahkan ia telah berbuat lebih daripada sekedar membalas Jasa-Jasa Orangtua-nya.


Anguttara Nikaya 161

Ada Dua Buddha Di Dalam Setiap Keluarga


Tetapi sungguh sayang, tidak banyak yang mengerti hal ini.
Mereka tidak perlu dipuja dengan emas dan sebagai-nya, atau diukir dengan cendana.

Perhatikan-lah, AYAH dan IBU, Mereka adalah Sakyamuni dan Maitreya.


Jika dapat memberikan persembahan kepada mereka, 

Itu telah melebihi segala Jasa Kebajikan yang lain.


Bagaimana Cara untuk Membalas atau Mengembalikan Kebaikan yang Mendalam dari Kedua Orangtua Kami ?


"Mohon ajari-lah, 

Bagaimana membalas atau mengembalikan Kebaikan yang mendalam 

dari ke-dua Orangtua kami."


Pada waktu itu Tathagata memakai delapan macam suara yang sangat dalam dan bersih,
seraya berkata kepada Kumpulan Besar itu,
"Kalian semua harus mengerti dan mengetahui ini, sekarang akan Ku-jelaskan beberapa segi dari hal ini."

"Bila seseorang memikul Ayah-nya dengan bahu kiri-nya 
dan Ibu-nya dengan bahu kanan-nya 
dan oleh karena berat-nya menembus tulang sumsum-nya 
sehingga tulang-tulang-nya hancur menjadi debu 
karena beban berat mereka, 


Sampai Kapankah Kebaikan dan Cinta Kasih Dari Orang Tua Kepada Anak-nya ?


Ingin-kah Anda mengetahui "Kapan" Kebaikan dan Cinta Kasih Dari Orang Tua 

yang demikian itu berakhir ?


Ia bahkan TIDAK BERKURANG hingga akhir hidup-nya. 

Meski menjadi Hantu sekalipun, mereka masih terikat kepada Anak-nya.
Mereka tidak bisa melepaskan keterikatan itu.

Sang Buddha berkata kepada Ananda,
"Bila Aku merenung tentang Makhluk-makhluk hidup,
Aku melihat bahwa sekalipun sebagian dari mereka terberkahi dilahirkan sebagai Manusia,
tetapi mereka bodoh dan dungu dalam pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan mereka.

Mereka tidak mempertimbangkan Kebaikan dan Kebajikan Orangtua mereka.

Bagaimana Cara untuk Membalas Kebaikan Yang Dalam Dari Orang Tua ?


Ketika itu, setelah mendengar penjelasan Buddha tentang Kebajikan Orangtua-nya,
setiap Orang dalam Kumpulan Besar itu menangis dan merasakan kepedihan dalam Hati-nya.
Mereka merenungkan-nya dan segera merasa malu dan berkata kepada Sang Bhagava,

"Oh, Sang Bhagava, 

Bagaimana kami dapat membalas Kebaikan yang dalam dari Orangtua kami ?"


Hyang Buddha menjawab,
"Wahai Siswa-siswa-Ku, jika kalian ingin membalas Jasa Kebajikan Budi Baik dari ke-dua Orangtua..."

24 Maret 2013

Cara Untuk Melimpahkan Jasa Kepada Leluhur


Tradisi memberi persembahan untuk Keluarga yang telah meninggal dunia 

dalam Agama Buddha dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara : 


1. Mempersembahkan makanan langsung ditujukan untuk mengenang Almarhum / Almarhumah. 

2. Mempersembahkan dana kepada Vihara (Sangha) yang kemudian akan melakukan Upacara Pelimpahan Jasa untuk kebahagiaan Almarhum / Almarhumah. 


Dalam Sigalovada Sutta 
diuraikan bahwa salah satu kewajiban Anak terhadap Orangtua dan Leluhur-nya
adalah memberikan persembahan dan melimpahkan Jasa Kebajikan dari perbuatan itu.

12 Maret 2013

Bagaimana Cara Untuk Anak-Anak dalam Bertindak Yang Baik Untuk Membalas Budi dan Jasa Kebaikan dari Orang Tua nya

Sesungguhnya, umat Buddha yang baik tidak gentar terhadap kritikan dan celaan,
apalagi dalam hal berbuat baik, seperti berbakti kepada Orangtua.

Sang Buddha pernah mengatakan,

“ Jangan-lah berhenti berbuat baik hanya karena Anda di-kritik.

Jika Anda memiliki keberanian untuk melaksanakan perbuatan baik, walaupun di-kritik,

maka sesungguhnya Anda-lah orang besar dan dapat berhasil di mana pun.”




Sesungguhnya, Anak-Anak yang baik akan :


1· Tetap berbakti kepada Orangtua-nya walaupun Orangtua-nya berwatak keras dan berkelakuan buruk.