Diambil Dari Kisah Nyata Hukum Karma Masa Kontemporer - Seri Ketiga, oleh Guo Hong
Kisah 1 :
~ Tiba-tiba, dia mendengar seorang Teman yang beragama Buddha berkata, "Sehari-hari-nya harus banyak melafalkan 'Namo Buddha Amitabha', kekuatan Ikrar Buddha Amitabha sangatlah luar biasa." "Ya, betul, ya, betul, lafalkan nama Buddha Amitabha, lafalkan nama Buddha Amitabha." Xiao Huang tak memperdulikan rasa malu segera bersujud di depan pintu ruang operasi, ke-dua tangan ber-anjali setulus hati melafalkan "Namo Buddha Amitabha" dengan suara yang lantang, memohon kekuatan Buddha untuk menolong Ibu tercinta. Pasien dan Dokter yang berlalu lalang melihat-nya dengan pandangan yang aneh, sambil menunjuk-nunjuk dengan mereka membicarakan perilaku Xiao Huang, namun Xiao Huang sedikit pun tidak terpengaruh, waktu itu dalam hati-nya hanya ada Buddha Amitabha. Dengan berkonsentrasi sepenuh hati memohon kekuatan Buddha memberkati Ibu-nya. Bagi-nya, ini adalah satu-satu-nya harapan.~
Kisah 2 :
~ Setelah peristiwa itu, Bibi Chen memberitahu saya : tepat ketika sepeda itu menabrak-nya, dia merasa di belakang punggung-nya ada sebuah papan besi yang melindungi-nya, sebab itulah dia sedikit pun tidak merasa sakit, dia sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi. Saya katakan," itu karena Anda taat menjalankan Sila, juga giat belajar Buddha Dharma, sebab itulah Pelindung Dharma Bodhisattva Veda datang membantu Anda menetralisir bencana, memunculkan papan besi menghalangi sepeda itu agar Anda tidak terluka karena-nya." ~
* * * * * * * * * *