Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Dhamma - Keluarga - Kisah tentang Bakti kepada Orang Tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dhamma - Keluarga - Kisah tentang Bakti kepada Orang Tua. Tampilkan semua postingan

04 Maret 2014

Kisah Raja Sun - Raja Berbakti yang Menggugah “Langit dan Bumi”

Dalam Sejarah Kebudayaan Tiongkok, zaman Raja yang berbudi luhur dan bijaksana, seperti Raja Yao, Raja Sun dan Raja Ie menjadi cerita yang sangat terkenal dan tercatat dalam sejarah, karena Raja-Raja Agung itu begitu memperhatikan Rakyat jelata dan mengatur Negara dengan demikian baik-nya, terutama memberikan suri teladan melalui sikap perbuatan-nya yang mulia.

Salah satu Raja Bijaksana itu adalah Raja Sun yang terkenal dengan Maha Bakti-nya. 

* * * * *

Ayah-nya bernama Ku Sou. Meskipun Sun terlahir sama dengan Anak-anak lain-nya, tetapi dia membawa satu kelainan, yaitu memiliki 2 titik di-tengah-tengah biji hitam mata-nya.

Sun bernasib kurang baik, karena Ibu-nya meninggal dunia tidak lama setelah melahirkan-nya, Ayah-nya pun menikah lagi, tapi memang malang si Sun kecil, karena Ayah-nya seorang yang kurang perhatian dan sembrono, sehingga Orang-orang Desa menjuluki-nya sebagai ”Orang buta”, arti-nya seolah-olah tidak melihat kejadian di sekeliling-nya. 

28 Februari 2014

Sikap Berbakti Menggugah Langit

Pada kisah “24 Sikap Berbakti”, walaupun terdapat berbagai sikap berbakti yang berbeda-beda, akan tetapi maksud-nya sama, bertujuan untuk mencetuskan suri teladan sikap berbakti, dan bisa dikatakan pula, sikap berbakti adalah sebuah niat hati yang paling alamiah, dan bersumber dari hati yang paling lemah lembut.

Suatu malam, saya mendapat sebuah mimpi yang unik – di dalam mimpi ada seorang Anak muda berpakaian lusuh, sedang mencuri kue beras di Altar persembahan Orang di sebuah kuil. Sepulang-nya ke rumah, Anak muda ini memanaskan kue beras tersebut, lalu diberikan kepada Ibu-nya untuk dimakan.

Ibunya bertanya : “Keluarga kita miskin, kamu dapat kue beras darimana ?”
Anak muda ini menjawab : “Saya pinjam uang, lalu beli.”

“Pinjam uang ? Bagaimana melunasi-nya ?”
Anak muda ini menjawab : “Saya pasti kerja keras, di kemudian hari pasti membayar-nya !”

27 Februari 2014

24 - Berbakti Kesalehan dari Huang Ting Chien (AD 960)



23 - Berbakti Kesalehan dari Hsiu Chung (AD 960)


22 - Berbakti Kesalehan dari Mrs T'ang (AD 618)


21 - Berbakti Kesalehan dari Chien Lou (AD 476)


20 - Berbakti Kesalehan dari Wu Mang (AD 265)


19 - Berbakti Kesalehan dari Wang Shan (AD 265)


18 - Berbakti Kesalehan dari Meng Tzung (AD 222)


17 - Berbakti Kesalehan dari Wang Pou (AD 265)


16 - Berbakti Kesalehan dari Lu Chi (AD 222)


15 - Berbakti Kesalehan dari Tsai Shun (AD 176)


14 - Berbakti Kesalehan dari Yang Hsaing (AD 265)


13 - Berbakti Kesalehan dari Kuo Chu (AD 265)


12 - Berbakti Kesalehan dari Ding Lan (176 SM)


11 - Berbakti Kesalehan dari Chang Shih (176 SM)


10 - Berbakti Kesalehan dari Huang Shon (176 SM)


09 - Berbakti Kesalehan dari Chaing Ger (176 SM)


08 - Berbakti Kesalehan dari Tung Wen (176 SM)


07 - Berbakti Kesalehan dari Yen Tzu (1122 SM)