Cari Blog Ini

27 Juni 2013

17 Juni 2013

Tentang Orang-orang yang Khususnya Membutuhkan Kedermawanan Umum

Ada kata-kata yang muncul berulang kali di Sutta-sutta (D. i, 137; ii, 345; iii, 76)
yang menjelaskan

Tentang Orang-orang yang Khususnya Membutuhkan Kedermawanan Umum.


Mereka adalah
Para Pertapa ( samana ), Brahmana, Kaum miskin ( kapana ),
Musafir ( addikha ), Kelana ( vanibbaka ), dan Pengemis ( yacaka ).


Pada Siapa Dana Harus Diberikan ?


Raja Kosala pernah bertanya kepada Sang Buddha, 

pada Siapa Dana harus diberikan ( S. i, 98 ).


Sang Buddha menjawab bahwa Dana harus diberikan kepada Orang-orang

yang membuat Si Pendana bahagia karena memberikan Dana itu.



* * * * *

Dana yang diberikan kepada Siapa yang memberikan Hasil yang Paling Besar ?

Di dalam Sakkasamyutta ( S. i, 233 ),

Sakka mengajukan pertanyaan yang sama kepada Sang Buddha :

Dana yang diberikan kepada Siapa yang memberikan Hasil yang Paling Besar ?



Sang Buddha menjawab 

bahwa apa yang diberikan kepada Sangha memberikan Hasil yang Besar.


Ladang Rejeki yang Paling Subur untuk Berdana



Di dalam Sutra Ta Fang Pien Fo Pau En Cing, 

disabdakan:


Keberadaan Ayah, Ibu, dan Perkumpulan Sangha 


adalah dua jenis ladang rejeki 


untuk mesti dilakukan oleh semua makhluk,



semua jasa pahala terlahir di alam Dewa dan manusia, 


atau memperoleh buah kesucian dan pembebasan Nirvana


semua disebabkan 


melaksanakan 2 ( dua ) kebajikan tersebut di atas.





Perkumpulan Sangha

adalah ladang rejeki yang paling subur 

untuk keluar dari Triloka Dhatu 

( 3 Alam Tumimbal lahir 

yaitu: Karma-DhatuRupa-Dhatu, Arupa-Dhatu );
 
 


Sedangkan Ayah dan Ibu


adalah ladang rejeki yang sangat subur 


di dalam Triloka Dhatu.


Tentang Yang Harus Diperlakukan dengan Hati-hati dan dengan Hormat


Di dalam Anguttara Nikaya,
 
Sang Buddha menjelaskan 

dalam istilah upacara korban - 3 ( tiga ) jenis api
 

yang harus diperlakukan dengan hati-hati 


dan dengan hormat  (A. IV, 44).





3 ( tiga ) jenis itu 

adalah ahuneyyaggi, gahapataggi, dakkhineyyaggi.





Sang Buddha menjelaskan bahwa



* Ahuneyyaggi

berarti ayah dan ibu, yang harus dihormati dan dirawat.





* Gahapataggi

berarti istri dan anak-anak-nya, karyawan dan mereka yang tergantung padanya.





* Dakkhineyyaggi

mewakili orang-orang religius yang telah mencapai tingkat Arahat


atau telah masuk ke dalam arus pelatihan 

untuk melenyapkan noda-noda mental.




Ke-3 ( tiga ) nya ini harus dirawat dan dipelihara 

bagaikan menjaga api korban.




Manfaat dari Berdana dengan Sikap Ramah


bila ketika Mereka hendak berdana, 

* mereka dapat bersikap ramah, 

* disertai senyuman memberikan sedekah itu dengan tangan sendiri 

* atau menyuruh Orang melakukan-nya dengan lemah lembut. 


* * * * *


Ksitigarbha Bodhisattva Purva Pranidhana Sutra,
Bab 10, Varga perbandingan Jasa-Jasa Berdana.
Hyang Buddha bersabda kepada Ksitigarbha Bodhisattva:

Kenapa demikian Mulia-Nya Hyang Buddha ?

Karena selama Tiga Maha Asenkyakalpa melatih diri,
menolong semua Makhluk dan menyempurnakan Sarva Paramita.

Sehingga Kesucian, Kebijaksanaan dan Jasa Pahala Kebajikan Hyang Buddha
tak terkatakan dan tidak terjangkau oleh pikiran Umat Awam.

Di Triloka Dhatu, Hyang Buddha-lah yang Paling Mulia dan Tiada Banding-nya.

Bilamana ada Makhluk dapat membangkitkan sekali saja 

untuk memberikan Penghormatan kepada Hyang Buddha, 

maka Jasa kebajikan-nya sudah melampaui Dana pemberian segala permata di Angkasa Raya.


16 Juni 2013

Tentang Kepercayaan Orang

Jika hati tulus dan perilaku benar,
tentu akan mendapatkan pengakuan dan kepercayaan Orang.

~ Kata Perenungan - Master Cheng Yen

10 Juni 2013

Tentang Kedermawanan

Dalam Sudhabhojana Jataka  

( cerita mengenai Kelahiran-kelahiran terdahulu Sang Buddha, Jataka, buku V, no. 535 )  

tentang Seorang Bhikkhu di zaman Sang Buddha mempraktekkan Kedermawanan tertinggi. 


Sakka lalu mengucapkan syair berikut ini, memuji Kedermawanan (387) :

Dari yang sedikit orang harus memberikan sedikit, 
dari yang sedang demikian pula,
Dari yang banyak pun diberikan banyak: 
tentang tidak memberikan apa-apa tak ada pertanyaan yang bisa muncul.

Ku-beritahukan kepada-mu, Kosiya, berikan dana yang menjadi milik-mu :
Jangan makan sendiri saja, 
tidak ada Kebahagiaan di dalam diri orang yang makan untuk diri-nya sendiri.

Dengan Kedermawanan engkau akan naik menuju Jalan Mulia yang Agung.


* * * * * 

Tentang Pahala Yang Setimpal

Dalam Manapadayi Sutta, Sang Buddha ber-Sabda : 

Mereka yang berdana
* Sesuatu yang disenangi,
niscaya akan memperoleh sesuatu yang disenangi

* Sesuatu yang terunggul,
niscaya akan memperoleh sesuatu yang terunggul

* Sesuatu yang terbaik,
niscaya akan memperoleh sesuatu yang terbaik

* Sesuatu yang mulia,
niscaya akan memperoleh sesuatu yang mulia.


Pahala Berdana dalam Kehidupan Yang Akan Datang


* Ayuvadhako - Usia Bertambah 


* Dhanavaddhako - Kekayaan bertambah 


* Sirivaddhako - Kemakmuran bertambah 


* Yasavaddhako - Kemashuran bertambah 


* Balavaddhako - Kekuatan bertambah 


* Vannavaddhako -Kecantikan / Ketampanan bertambah 


* Hotu Sabbada - Semoga selalu demikian ( Selalu bertambah )



* * * * * 

Pahala Berdana dalam Kehidupan Sekarang


Di dalam Siha Sutta, Pancakanipata,


Sang Buddha juga membabarkan beberapa Pahala Dana


yang dapat diperoleh pada Kehidupan Sekarang ini juga, yaitu :



1. menjadi kecintaan orang banyak;
 
2. dijadikan Sahabat oleh orang yang bijak;

3. kemashyuran nya tersebar luas;
 
4. tidak merasa canggung memasuki kalangan apa pun, Bangsawan, Brahmana, hartawan, dan Pertapa.


* * * * *


Sesungguhnya,

Pahala berdana tidak hanya mengacu pada Kehidupan Mendatang saja,

tetapi juga mencakup Kehidupan Sekarang ini juga.

05 Juni 2013

Cara untuk Beramal serta Menaman Benih Kebajikan

Cobalah sisihkan 3% - 10% penghasilan per bulan (selama 3 bulan),
untuk melakukan berbagai Kebajikan sesuai dengan petunjuk dari buku ini.
Kemudian rasakan sendiri perbedaannya, baik sebelum 3 bulan, ataupun sesudah 3 bulan tersebut.

Bagaimana hal-hal kecil yang baik yang biasanya tidak pernah terjadi,
akan datang menghampiri Anda. Bukti kecil ini akan menyadarkan Anda,
bahwa nasib memang bisa dirubah.