Cari Blog Ini

29 September 2011

Sutra Ulambana

Untuk format .PDF, silahkan klik di link berikut ini :

Filename : "Sutra Ulambana.pdf"
Link:
https://docs.google.com/file/d/0B6a5vK3IVP_0U0o2bWJTMUVEYW8/edit?usp=sharing

Sutra Karma - Sutra Tentang Perbuatan

Untuk melihat versi web, klik disini >> Sutra Tentang Perbuatan

Sang Buddha ber-sabda :
"Ananda, perhatikan dengan baik, Aku akan menerangkan tentang Hukum Karma.
Sebenarnya, segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan ini
dikarenakan akibat dari karma lampau yang berbuah,
yang diwariskan dari perbuatan pada kehidupan yang lampau,
Karma-lah yang menyebabkan perbedaan-perbedaan dalam Alam kehidupan ini,
ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang bahagia, ada yang menderita,
ada yang sempurna, ada yang cacat, ada yang dipuji dan ada yang terhina.

Kemudian Hyang Bhagava melanjutkan dengan mengucapkan syair di bawah ini :
"Segala sesuatu sudah ditentukan oleh karma lampau.
Percaya dan tekun mengamalkan Sutra ini
akan membawa kebahagiaan dan keberhasilan yang tiada tara-nya.

O, Para bhikkhu, Aku akan membuat syair contoh untukmu.
Karena dengan contoh maka Orang-orang pintar akan dapat mengerti makna dari apa yang dikatakan.

1.
SEBAB :  Membangun Vihara,
AKIBAT :
O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering diperbuat,
akan membawa Orang ke Surga, ke Alam Dewa, atau ke Alam Brahma.
Bahkan sekurang-kurang-nya, akibat dari "membangun Vihara"
membuat ia mendapat kedudukan terhormat (tinggi).

22 September 2011

Empat Kebenaran Sejati - Catvari Aryasatya

1. dukkha = derita,

2. samudya = asal-usul derita,

3. nirodha = akhir derita,

4. marga aryasatya = cara mengakhiri dukkha



Sumber:
http://www.fodian.net/world/1161_in.html

Tujuh Buddha Atita - Sapta Atita Buddha

1. Buddha Vipasyi 

2. Buddha Sikhi 

3. Buddha Visabhu 

4. Buddha Krakucchanda 

5. Buddha Kanakamuni 

6. Buddha Kasyapa 

7. Buddha Sakyamuni


Empat Dosa Besar - Catur Parajika

* berbuat asusila,

* membunuh,

* berdusta,

* dan mencuri


Sumber:
http://www.fodian.net/world/1161_in.html

Lima Perbuatan Durhaka - Panca Anantaryakarma

* membunuh ayah,

* membunuh ibu,

* membunuh arahat,

* melukai seorang Buddha,

* dan memecah belah Sangha


Sumber:
http://www.fodian.net/world/1161_in.html

53 Buddha yang Jasanya Sangat Mulia dan Agung

1.Namo Samantaprabha Buddha 

2.Namo Samantaprabhasa Buddha 

3.Namo Samantasubha Buddha 

4.Namo Tamala Patra Candana Gandha Buddha 

5.Namo Candanaprabha Buddha 

6.Namo Manipataka Buddha;

Kitab Suci Sumber Perasaan Nabi - Sen Njan Kok

Untuk melihat dalam versi web, >> klik disini


21 September 2011

Sutra Buddha Pengobatan - Bhaisajya Guru Buddha

Saddharmapundarika Sutra Bagian XXV

Untuk download format file .PDF, klik link berikut :

Filename : "Saddharmapundarika Sutra Bagian XXV.pdf"
Link :
https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=explorer&chrome=true&srcid=0B6a5vK3IVP_0MTU5NDhjYWUtZDY1YS00MmRkLWIxOWUtZjk1NjM5MzJmMDYz&hl=en

Sutra Bodhisattva Maitreya Mencapai Kesempurnaan

Untuk download format file .PDF, klik link berikut :

Filename : "Sutra Bodhisattva Maitreya Mencapai Kesempurnaan.pdf"
Link :
https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=explorer&chrome=true&srcid=0B6a5vK3IVP_0Y2UwNWIxZjItMDhiOC00YjQ5LTg4Y2UtNmZmM2I4Y2JkMDg3&hl=en

Dasa Kausalya Karma Sutra

Untuk download format file .PDF, klik link berikut :

Filename : "Dasa Kausalya Karma Sutra.pdf"
Link :
https://docs.google.com/file/d/0B6a5vK3IVP_0b3o1dFdJMUxXdGc/edit?usp=sharing

20 September 2011

Sutra Bakti Seorang Anak


Sutta Nipata 132

Ia memuji dirinya sendiri dan menghina orang lain,
Menganggap dirinya sendiri yang terbaik,
Dan senantiasa bersikap sombong,
Orang seperti ini adalah orang yang rendah!

(Sutta Nipata 132)

Sutta Nipata 329

Intisari dari kata-kata yang diucapkan dengan baik,
Adalah PEMAHAMAN.

Intisari dari belajar dan memahami,
Adalah KONSENTRASI.

Kebijaksanaan dan pengetahuan orang yang sembrono,
Tidak akan bertambah maju!

(Sutta Nipata 329)

Dhammapada X, 133-134

Janganlah berbicara kasar terhadap orang lain,
Apabila anda lakukan ini,
Maka, mereka akan membalas dengan caci maki!
Pertengkaran adalah hal yang menyedihkan,
Dan perkelahian yang terjadi akan mencederai anda.

Seandainya anda berdiam diri dan tenang,
Anda berkeyakinan akan pencapaian Nibbana,
Maka, tidak akan muncul pertengkaran,
Atau kata-kata kasar pada diri anda.

(Dhammapada X, 133-134)

Dhammapada X, 137 s/d 140

Apabila seseorang,
Menyerang orang yang suka damai,
Atau menganiaya orang yang tidak bersalah, maka ia,
Akan mengalami sepuluh keadaan yang menyedihkan,
- Rasa sakit yang luar biasa,
- Malapetaka,
- Penyakit yang berat,
- Terganggu jiwanya,
- Dipersulit oleh penguasa,
- Menerima tuduhan yang keliru (difitnah),
- Kehilangan sanak keluarga,
- Jatuh miskin,
- Rumahnya terbakar dalam lautan api,
- Setelah kematiannya ia akan terlahir di alam neraka!

(Dhammapada X, 137 s/d 140)

Dhammapada XXII, 306

Orang yang berbicara dusta tentang orang lain,
Akan masuk neraka!
Demikian pula orang yang setelah berbuat jahat,
Lalu menyangkal perbuatan jahatnya.
Mereka yang telah melakukan perbuatan jahat,
Akan menderita dalam kelahiran yang akan datang.

(Dhammapada XXII, 306)

Majjhima Nikaya I, 500

Seseorang yang pikirannya sudah terbebas,
Ia tidak akan berdebat dengan siapapun,
Ia tidak akan bertengkar dengan siapapun,
Ia menggunakan istilah-istilah duniawi yang lazim,
Dengan tanpa melekat padanya.

(Majjhima Nikaya I, 500)

Sutta Nipata 116

Siapapun yang marah dan memiliki niat buruk,
Siapapun yang berpikiran jahat dan iri hati,
Yang berpandangan salah dan penuh tipu muslihat,
Dialah yang disebut Sampah!

(Sutta Nipata 116)

Sutta Nipata 451-452

Marilah kita pergunakan kata-kata:
- Yang tidak menyakitkan kita,
- Yang tidak saling menyakiti,
Itulah kata-kata yang sungguh-sungguh bermanfaat.

Marilah kita berucap yang menyenangkan,
Yang kata-katanya membuat orang gembira,
Itulah kata-kata yang sungguh-sungguh bermanfaat.

(Sutta Nipata 451-452)

Sutta Nipata 558

Ia yang mengkritik apa yang pantas dikritik,
Ia yang memuji apa yang patut dipuji,
Ia yang mengatakan kebenaran yang sesungguhnya,
Ini merupakan jenis manusia yang mengagumkan!

(Sutta Nipata 558)

Sutta Nipata 657

Setiap orang yang dilahirkan,
Memiliki kampak didalam mulutnya,
Dengan mana ia akan memotong dirinya sendiri,
Jika ia mengeluarkan ucapan bodoh!

(Sutta Nipata 657)

Sutta Nipata 658

Apabila seseorang,
Memuji orang yang seharusnya disalahkan,
Dan menyerang orang yang pantas menerima pujian,
Maka, orang seperti ini,
Telah mengumpulkan kejahatan lewat mulutnya,
Dan kejahatan itu tidak akan membawa kebahagiaan!

(Sutta Nipata 658)

Sutta Nipata 662

Siapapun yang menyakiti orang yang tidak bersalah,
Menyakiti orang yang murni dan polos,
Maka, kejahatan yang ia lakukan,
Akan berbalik menyerang dirinya sendiri,
Seperti debu yang dilemparkan melawan arah angin.

(Sutta Nipata 662)

Dhammapada IV, 51-52

Seperti bunga yang menarik dan indah warnanya,
Namun tidak harum baunya,
Demikian pula kata-kata yang dirangkai indah,
Tidak akan mendatangkan manfaat,
Bila diucapkan oleh orang yang tak melaksanakannya.

Seperti bunga yang menarik dan indah warnanya,
Juga berbau harum semerbak mewangi,
Demikian pula kata-kata yang dirangkai indah,
Akan mendatangkan manfaat yang besar,
Bila diucapkan oleh orang yang melakukannya.

(Dhammapada IV, 51-52)

Dhammapada XXIII, 320

Seperti seekor gajah di medan pertempuran,
Bertahan menghadapi bidikan hujan panah.
Demikian pula,
Aku akan bertahan menghadapi kata-kata,
Yang melewati batas-batas kesopanan,
Yang dilontarkan oleh orang yang berkelakuan buruk.
Sesungguhnya, jumlah orang yang berkelakuan buruk,
Adalah lebih banyak dari yang berkelakuan baik!

(Dhammapada XXIII, 320)

Dhammapada XXIII, 321-322

Hanya binatang yang terlatih,
Yang dapat dibawa ke dalam suatu pertemuan.
Raja hanya menunggangi gajah atau kuda yang terlatih.
Di antara umat manusia,
Yang dapat mengendalikan dirinya sungguhlah mulia.
Bertahanlah menghadapi cacian dari orang banyak!

Kuda-kuda yang terlatih adalah sangat berguna,
Kuda keturunan Sindhu adalah kuda yang terbaik.
Di antara gajah-gajah yang besar,
Keturunan Kunjara adalah gajah yang terbesar.

Tetapi yang terbaik dari macam-macam manusia,
Adalah manusia yang dapat mengendalikan dirinya!

(Dhammapada XXIII, 321-322)

Anguttara Nikaya III, 243

Kata-kata yang patut diucapkan oleh seseorang adalah:
Kata-kata yang diucapkan pada saat yang tepat,
Kata-kata yang mengandung kebenaran,
Kata-kata yang diucapkan dengan lembut,
Kata-kata yang mempunyai tujuan yang baik,
Kata-kata yang diucapkan dengan penuh cinta kasih,
Inilah kata-kata yang sudah sepatutnya diucapkan,
Tidak menyakiti, tidak mencela dan tidak mengutuk!

(Anguttara Nikaya III, 243)

Anguttara Nikaya V, 79

Seseorang yang ingin menegur kesalahan orang lain,
Seharusnya bertanya dulu pada dirinya sendiri,
Apakah ia telah melaksanakan perbuatan dan ucapan benar ?
Apakah ia telah memiliki perbuatan dan ucapan benar ?
Apakah hal ini telah terwujud dalam dirinya ?
Jika belum, orang-orang pasti akan berkata,
"Mulailah sekarang,
laksanakanlah perbuatan dan ucapan benar!"

Lebih jauh lagi,
Seseorang yang ingin menegur kesalahan orang lain,
Seharusnya bertanya dulu pada dirinya sendiri,
Apakah ia telah mengembangkan pikiran,
Yang bebas dari kebencian terhadap orang lain ?
Jika belum, orang-orang pasti akan berkata,
"Mulailah sekarang,
kembangkanlah pikiran benar!"

Pasti ada sekelompok orang yang akan berkata demikian.

(Anguttara Nikaya V, 79)

Jatakamala 33, 13

Ketika anda,
Dibuat kesal oleh orang lain yang lebih lemah,
Saat itulah waktu yang paling tepat,
Untuk menunjukkan watak baik Anda!

(Jatakamala 33, 13)

Anguttara Nikaya IV, 87

Apabila ada pertentangan pendapat dalam pembicaraan,
Dapat diduga akan banyak terjadi perdebatan.
Apabila terdapat banyak perdebatan,
Maka, akan timbullah emosi,
Dan seseorang akan  kehilangan pengendalian diri.
Apabila seseorang tidak dapat mengendalikan diri,
Maka, pikirannya akan jauh dari konsentrasi.

(Anguttara Nikaya IV, 87)

Itivuttaka, "Kemarahan"

Makhluk yang dipenuhi oleh kemarahan,
Akan terlahir kembali di alam yang buruk.
Tetapi, setelah memahami akibat dari kemarahan,
Mereka yang bijaksana akan meninggalkannya.

Dengan meninggalkan kemarahan,
Mereka kelak akan berbahagia di alam surga.

(Itivuttaka, "Kemarahan")

Anguttara Nikaya IV, 96

Betapa jeleknya orang yang marah,
Tidurnya tidak akan nyenyak!
Meskipun kekayaannya telah banyak,
Ia masih saja selalu merasa kekurangan!
Sebagaimana ia dipenuhi oleh kemarahan,
Ia hanya akan melukai dirinya sendiri,
Lewat perbuatan jasmani maupun ucapan.

(Anguttara Nikaya IV, 96)

Dhammapada XVII, 231-232-233

Janganlah menggunakan kekerasan fisik,
Janganlah menggunakan kata-kata yang kasar,
Janganlah menggunakan pikiran yang jahat,
Sebagai lanjutan dari ledakan emosi!

Kendalikan perbuatan melalui badan jasmani,
Kendalikan perbuatan melalui ucapan,
Kendalikan perbuatan melalui pikiran.

Janganlah melakukan kejahatan lewat badan jasmani,
Janganlah melakukan kejahatan lewat ucapan,
Janganlah melakukan kejahatan lewat pikiran.

Berbuatlah kebajikan dengan badan jasmani,
Berbuatlah kebajikan dengan ucapan,
Berbuatlah kebajikan dengan pikiran.

(Dhammapada XVII, 231-232-233)

Sutta Nipata 850

Dia yang tidak lagi memiliki kemarahan,
Juga ketakutan dan kesombongan,
Tak akan ada yang bisa menganggu ketenangannya,
Dia adalah manusia bijaksana yang terkendali!

(Sutta Nipata 850)

Anguttara Nikaya IV, 94

Pada orang yang diliputi kemarahan,
Akan timbul hal-hal yang diharapkan terhadap musuhnya,
- Aku berharap musuhku berpenampilan buruk,
- Aku berharap musuhku tidurnya tidak nyenyak,
- Aku berharap musuhku tidak berkecukupan,
- Aku berharap musuhku menjadi miskin,
- Aku berharap musuhku tidak masyhur,
- Aku berharap musuhku tidak mempunyai kawan,
- Aku berharap musuhku terlahir di alam neraka.

Inilah kondisi pada seseorang yang diliputi kemarahan,
Yang justru akan merugikan dirinya sendiri,
Dan menyebabkan kemenangan bagi musuhnya.

(Anguttara Nikaya IV, 94)

Dhammapada XVII, 223

Kalahkan amarah dengan cinta kasih.
Kalahkan kejahatan dengan kebajikan.
Kalahkan kekikiran dengan kemurahan hati.
Kalahkan kebohongan dengan kejujuran.

(Dhammapada XVII, 223)

Dhammapada XVII, 222

Ia yang dapat mengekang amarahnya yang memuncak,
Maka, ia bagaikan seorang kusir yang pandai,
Mengendalikan kereta kuda yang lepas kendali.
Orang seperti ini, Aku sebut sebagai Sais Sejati,
Lainnya hanya sekedar pemegang tali kekan saja.

(Dhammapada XVII, 222)

Samyutta Nikaya I, 162-163

Yang lebih jelek diantara keduanya adalah,
Ia yang ketika dicaci membalas!
Ia yang tidak membalas,
Memenangkan pertempuran yang sulit dimenangkan!

Orang bodoh berpikir ia telah menang,
Ketika ia menggertak dengan ucapan kasar.
Tetapi memahami bagaimana harus bersabar,
Itulah yang menjadikan Orang Berjaya.

(Samyutta Nikaya I, 162-163)

Dhammapada XVII, 221

Singkirkanlah amarah dan kesombongan,
Buanglah jauh-jauh semua kemelekatan!
Orang yang tidak melekat pada mental dan jiwa,
Juga tidak melekat pada rupa dan jasmani,
Dan terbebas dari segala kemelekatan lainnya,
Bagi dirinya tidak ada lagi penderitaan!

(Dhammapada XVII, 221)

Samyutta Nikaya I, 162

Mengetahui bahwa orang lain marah,
Ia tetap memiliki perhatian murni dan tenang,
Maka, ia telah bertindak demi kebaikannya sendiri,
Dan demi kebaikan orang lain juga.

Ia adalah pemulih untuk kedua belah pihak,
Dirinya sendiri dan orang lain.
Hanya orang-orang yang tidak mengerti Dhamma,
Yang berpikir bahwa ia bodoh!

(Samyutta Nikaya I, 162)

Samyutta Nikaya I,161

Hentikan kemarahan dan engkau akan bahagia.
Hentikan kemarahan dan engkau tidak akan berduka.
Dengan menghentikan segala bentuk kemarahan,
Yang akarnya beracun dan sengatnya yang manis,
Itulah penghentian yang dipuji oleh para suciwan.

Dengan menghentikan kemarahan,
Orang tidak akan menangis lagi!

(Samyutta Nikaya I,161)

14 September 2011

Sutra [ Jasa Pahala ] Membuat Patung Buddha


Raja berkata lagi pada Buddha,


"Aku berniat untuk membuat sebuah patung Buddha 

sebagai obyek penghormatan dan mewariskan-nya pada generasi berikut-nya. 

Pahala kebajikan apakah yang akan ku peroleh, 

karena melakukan-nya, karena aku sungguh-sungguh ingin mengetahui-nya ?"


* * *

Orang yang melihat patung Buddha dan dengan hati tulus merangkapkan tangan 

sebagai tanda hormat serta berlindung pada Stupa Buddha ataupun relik-Nya 

tak akan terlahir kembali di Alam Neraka, hewan, ataupun hantu kelaparan 

setelah kematian-nya.



* * * * * * * * * * 

08 September 2011

4 Jenis Kemurnian dari Persembahan Dana

"Ananda, terdapat Empat Jenis Kemurnian dari Persembahan. 

Apakah Ke-empat Jenis tersebut ?


(1) Ananda,
terdapat persembahan di mana Pemberi-nya murni tetapi Penerima-nya tidak.

(2) Ananda,
terdapat persembahan di mana Penerima persembahan tersebut adalah murni
tetapi Pemberi-nya tidak.

(3) Ananda,
terdapat persembahan di mana baik Pemberi maupun Penerima-nya tidak murni.

(4) Ananda,
terdapat persembahan di mana Pemberi dan Penerima-nya adalah murni."

* * * * *

Pengertian tentang Berdana

"Oh, Para Bhikhu, kelima hal ini adalah Dana dari Seorang yang Baik.

Apakah kelima hal itu ?

Ia berdana dengan keyakinan ; 

Ia berdana dengan hormat; 

Ia berdana tepat pada waktu-nya; 

dengan hati ikhlas; 

dan Ia berdana tanpa merugikan dirinya sendiri ataupun pihak lain."


"Dengan memberikan Dana dengan Keyakinan dimanapun juga,

dan jika buah dari dana tersebut masak,
maka akan datanglah kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah;
serta ia akan elok dipandang, tampan atau cantik,
bagaikan keindahan bunga teratai yang mengagumkan."

Code for Create Splash Form Using Progress Bar in ASP.NET

1. Add "Toolbox > Windows Form > Progress Bar"

2.
'----------------------------------------------------------------------------------------------
Private Sub frmStartUp_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        splashTimer.Start()
    End Sub

Code for Create Status Bar in ASP.NET

1. Add Toolbox > Windows Forms > Status Bar

2.

'------------------------------------------------------------------------------------------------
Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        _CreatePanelStatusBar()
    End Sub

Code for Create Login Using Module in ASP.NET

In "FormLogin.vb"

'-----------------------------------------------------------------

Imports System.Data
Imports System.Data.SqlClient

Private Sub btnOK_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnOK.Click

        Try
            _objConnection.Open()
            _strSQL = " exec AppC_SPC_CheckUsers '" & txtUserName.Text & "', '" & txtPassword.Text & "' "
            _objCommand.Connection = _objConnection
            _objCommand.CommandText() = _strSQL

How to Make Window Form Always in Maximize Layout

Layout Properties : WindowState
Description : gets/Sets the form's window state
Value :
* Normal
* Minimized
* Maximized

To make it Maximize layout, choose value : "Maximized".


Sumber:
http://www.startvbdotnet.com/controls/formp.aspx

How to Connected New Form in ASP.NET

Form Name:
Form1.vb
Form2.vb

If in Form1.vb want to access Form2.vb, we must create an instances of forms and then we will display it.


In Form1.vb:

'-------------------------------------------------------
Dim myFirstForm As Form2
Dim mySecondForm As Form2
Dim myThirdForm As Form2

07 September 2011

Arti Pelimpahan Jasa atau Pattidana


Pelimpahan jasa 


adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang atau sanak keluarga 


kepada para Leluhur atau Orangtua atau makhluk lain, 


agar dengan jasa kebajikan yang telah dilakukan ini 


dapat membuat mereka merasa turut berbahagia 


dan mendorong mereka 


untuk terlahir kembali di alam yang lebih baik atau alam bahagia.





Para leluhur yang telah meninggal ini 

terlahir di berbagai alam kehidupan,
 
di antara-nya terlahir di alam sengsara ( dugati bumi ),
 
yang disebabkan kurang-nya melakukan perbuatan baik 

selama hidup di dunia.




Mereka- mereka ini sangat membutuhkan jasa-jasa kebajikan 

yang telah kita lakukan,

karena dengan jasa-jasa ini dapat menolong mereka 

terlahir kembali di alam bahagia ( sugathi bumi ).

Seperti yang tertera dalam "TIROKUDA SUTTA".


Manfaat dan Pahala dari Melakukan Pattidana


* Menunjukkan sifat tahu balas budi 


dan memiliki sifat luhur


yaitu tahu budi atau jasa orang lain

dan mencari cara yang benar 

untuk membalas-nya kepada Orangtua,
 
kepada Leluhur 

dan mereka yang telah berjasa besar untuk tanah air.





* Menjadi teladan atau contoh terbaik 


tentang tahu balas budi 


kepada anak-anak-nya


agar mereka tidak lupa kepada Orangtua dan Leluhur mereka.


* Menjadi tanda bakti kepada Para Pahlawan Bangsa
 
yang berjasa memberikan kemerdekaan 

dan hidup tentram kepada kita.




* Menjadi penuntun 

dan penerangan yang memberikan cahaya dari kegelapan batin
 
dan menjadi orang yang bijaksana,

menyadari Jasa dan pertolongan orang lain 

yang telah kita peroleh 

dan ber-terimakasih.

Manfaat Membaca Paritta

Paritta dalam bahasa Pali atau Pirit dalam bahasa Indo sinhala,
secara literal berarti "penuh perlindungan".

Paritta yang dibacakan oleh Sangha atau Umat, secara individu atau bersama-sama,
untuk memperoleh Berkat dari Tiratana bagi diri Mereka sendiri maupun bagi Orang Lain,
baik disaat kesusahan maupun kesejahteraan.

Paritta memiliki arti Perlindungan.

Semuanya digunakan untuk menjelaskan Sutta-sutta ( Khotbah-khotbah ) tertentu
yang dijelaskan oleh Buddha Gautama.

1. Kita membaca dan mengucapkan sesuatu yang baik,
dengan demikian Kita telah melakukan kamma baik
setidaknya melalui pikiran dan ucapan
( untuk itu penting bagi Seseorang membaca dan memahami makna Paritta dari terjemahan-nya ).

06 September 2011

Code ASP.NET for Button Cancel

  Dim _intResponse As Integer

   Private Sub btnCancel_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnCancel.Click

        _intResponse = MessageBox.Show("Are you sure want to quit ?", Me.Text, MessageBoxButtons.YesNo, MessageBoxIcon.Exclamation)
        If _intResponse = MsgBoxResult.Yes Then
            End
        Else
            Exit Sub
        End If

    End Sub

Code ASP.NET for Check Availability Users

Imports System.Data
Imports System.Data.SqlClient
Imports System.Text


Dim objConnection As SqlConnection = New SqlConnection("Data Source=localhost;Initial Catalog=Northwind;User Id=sa;Password=sasasa;")
Dim objCommand As SqlCommand = New SqlCommand

Dim strSQL As String
Dim _customerID, _companyName As String

05 September 2011

A Brief Introduction to ADO.NET

ADO.NET provides us with a way of gathering data and information
and presenting it through a user interface.
By using some components, we're able to connect to various data sources
and can then build a user interface that accesses a database.
We need four pieces to build our ADO.NET project:
1. A data source
– where the actual data is stored, our database.
2. A Connection object
– for connecting us to our database.

Current State of ADO

ActiveX Data Objects (ADO), the child of DAO and RDO,
has been the most efficient data access model up to now,
and is supported by a wide range of development languages.
Many objects were streamlined or dropped
to make a more lightweight model capable of rapid data access
in a variety of architectures, from single to n-tier.
It achieves this by being a wrapper for underlying OLE DB calls.

Sumber:
Beginning Visual Basic .NET Database Programming
Oleh : Denise Gosnell, Matthew Reynolds, Bill Forgey
Wrox Press Ltd.
Chapter 6 - Data Access with ADO.NET
Hal. 10