Ada tiga tindakan jasmani yang secara kamma tidak menguntungkan.
Hal itu adalah
(1) Membunuh makhluk hidup
Akibatnya:
- kehidupan yang singkat
- kesehatan yang buruk
- kesedihan terus-menerus karena terpisah dari yang dicintai
- dan hidup dalam ketakutan
Cari Blog Ini
14 April 2011
Godaan Mara Yang Jahat
Penyiksaan diri yang dilakukan pertapa Siddharta
yang menyakitkan dan berkepanjangan ternyata sia-sia belaka.
Penyiksaan diri tersebut ternyata
hanya menyebabkan merosotnya kekuatan yang sangat berharga.
Walaupun secara fisik Beliau adalah seorang yang "superman",
tetapi jika tubuh disiksa dan tidak dipelihara dengan baik
maka akhirnya sia-sia tak berguna.
Keagungan-Nya pudar sama sekali, sehingga hampir tidak dapat dikenali lagi.
Kulitnya yang berwarna keemasan berubah menjadi pucat,
syaraf dan otot-ototnya mengkerut, mataNya menjadi cekung dan kabur,
sehingga nampak seperti tengkorak hidup. Beliau hampir di ambang kematian.
yang menyakitkan dan berkepanjangan ternyata sia-sia belaka.
Penyiksaan diri tersebut ternyata
hanya menyebabkan merosotnya kekuatan yang sangat berharga.
Walaupun secara fisik Beliau adalah seorang yang "superman",
tetapi jika tubuh disiksa dan tidak dipelihara dengan baik
maka akhirnya sia-sia tak berguna.
Keagungan-Nya pudar sama sekali, sehingga hampir tidak dapat dikenali lagi.
Kulitnya yang berwarna keemasan berubah menjadi pucat,
syaraf dan otot-ototnya mengkerut, mataNya menjadi cekung dan kabur,
sehingga nampak seperti tengkorak hidup. Beliau hampir di ambang kematian.
Labels:
for Kid Kit
Menyeberangi Sungai Gangga
Pada suatu ketika, Sunidha dan Vassakara, perdana menteri dari Magadha,
sedang membangun perbentengan di Pataligama,
sebagai pertahanan melawan suku Vajjis.
Dan para dewa dalam jumlah besar, sampai berjumlah ribuan,
berada di sekitar Pataligama.
Di tempat, di mana para dewa dengan kekuatan besar berada,
di situ pula terdapat para pejabat tinggi dengan kekuasaan besar
yang mengawasi jalannya pembangunan;
dan di mana para dewa dengan kekuasaan sedang atau kecil berada,
di situ pula terdapat para pejabat dengan kekuasaan sedang dan kecil
sedang mengawasi jalannya pembangunan.
sedang membangun perbentengan di Pataligama,
sebagai pertahanan melawan suku Vajjis.
Dan para dewa dalam jumlah besar, sampai berjumlah ribuan,
berada di sekitar Pataligama.
Di tempat, di mana para dewa dengan kekuatan besar berada,
di situ pula terdapat para pejabat tinggi dengan kekuasaan besar
yang mengawasi jalannya pembangunan;
dan di mana para dewa dengan kekuasaan sedang atau kecil berada,
di situ pula terdapat para pejabat dengan kekuasaan sedang dan kecil
sedang mengawasi jalannya pembangunan.
Labels:
for Kid Kit
Kisah Buddha Menaklukan Ular Kobra
Di tiga tempat sepanjang sungai Neranjara
tinggal tiga orang Kassapa bersaudara
yang menjadi pemimpin kaum Jatila yang memuja api.
Pertama dalah yang tertua disebut Uruvela Kassapa,
bertempat tinggal di sebelah hulu sungai
dan mempunyai pengikut sebanyak lima ratus orang.
Kedua adalah Nadi Kassapa,
bertempat tinggal di sebelah hilir sungai
dan mempunyai pengikut sebanyak tiga ratus orang.
tinggal tiga orang Kassapa bersaudara
yang menjadi pemimpin kaum Jatila yang memuja api.
Pertama dalah yang tertua disebut Uruvela Kassapa,
bertempat tinggal di sebelah hulu sungai
dan mempunyai pengikut sebanyak lima ratus orang.
Kedua adalah Nadi Kassapa,
bertempat tinggal di sebelah hilir sungai
dan mempunyai pengikut sebanyak tiga ratus orang.
Labels:
for Kid Kit
Dhammapada 25 - Kisah Culapanthaka
Bendahara Kerajaan di Rajagaha mempunyai dua orang cucu laki-laki
bernama Mahapanthaka dan Culapanthaka.
Mahapanthaka, yang tertua selalu menemani kakeknya mendengarkan khotbah Dhamma.
Kemudian mahapanthaka bergabung menjadi murid Buddha.
Culapanthaka mengikuti jejak kakaknya menjadi bhikkhu pula.
Tetapi, karena pada kehidupan yang lampau pada masa keberadaan Buddha Kassapa,
Culapantaka telah menggoda seorang bhikkhu yang sangat bodoh,
maka dia dilahirkan sebagai seorng dungu pada kehidupannya saat ini.
bernama Mahapanthaka dan Culapanthaka.
Mahapanthaka, yang tertua selalu menemani kakeknya mendengarkan khotbah Dhamma.
Kemudian mahapanthaka bergabung menjadi murid Buddha.
Culapanthaka mengikuti jejak kakaknya menjadi bhikkhu pula.
Tetapi, karena pada kehidupan yang lampau pada masa keberadaan Buddha Kassapa,
Culapantaka telah menggoda seorang bhikkhu yang sangat bodoh,
maka dia dilahirkan sebagai seorng dungu pada kehidupannya saat ini.
Labels:
for Kid Kit
Jataka 83 - Pahlawan Yang Bernama Jinx
Pada suatu ketika, ada seorang laki-laki yang sangat kaya
yang terkenal akan kebaikan budinya.
Ia mempunyai seorang teman baik yang memiliki nama aneh yaitu Jinx.
Mereka telah bersahabat baik,
bahkan sejak mereka masih kecil dan bermain lumpur bersama.
Mereka bersekolah di sekolah yang sama dan selalu menolong satu sama lain.
Setelah lulus, Jinx mengalami masa-masa yang sulit.
Ia tidak mendapatkan pekerjaan dan tidak dapat membiayai hidupnya.
yang terkenal akan kebaikan budinya.
Ia mempunyai seorang teman baik yang memiliki nama aneh yaitu Jinx.
Mereka telah bersahabat baik,
bahkan sejak mereka masih kecil dan bermain lumpur bersama.
Mereka bersekolah di sekolah yang sama dan selalu menolong satu sama lain.
Setelah lulus, Jinx mengalami masa-masa yang sulit.
Ia tidak mendapatkan pekerjaan dan tidak dapat membiayai hidupnya.
Labels:
for Kid Kit
Jataka 80 - Orang Yang Menakutkan dan Pemanah Kecil
Pada suatu masa, terdapat seorang raja bernama Brahmadatta.
Seperti raja-raja lainnya yang bernama serupa,
ia menguasai tempat-tempat yang sekarang dikenal sebagai Benares.
Bodhisattva saat itu terlahir pada keluarga ningrat yang kaya di sebuah kota perdagangan, 3
yang berada di bagian utara India.
Ia terlahir kerdil, bungkuk, dan sedikit berpunuk.
Sewaktu ia menjadi pemuda ia tetap pendek dan bongkok.
Banyak orang menganggapnya buruk rupa.
Seperti raja-raja lainnya yang bernama serupa,
ia menguasai tempat-tempat yang sekarang dikenal sebagai Benares.
Bodhisattva saat itu terlahir pada keluarga ningrat yang kaya di sebuah kota perdagangan, 3
yang berada di bagian utara India.
Ia terlahir kerdil, bungkuk, dan sedikit berpunuk.
Sewaktu ia menjadi pemuda ia tetap pendek dan bongkok.
Banyak orang menganggapnya buruk rupa.
Labels:
for Kid Kit
Jataka 75 - Seekor Ikan Yang Membawa Keberuntungan
Pada suatu waktu, Bodhisattva telah lahir sebagai seekor ikan
di sebuah kolam di India bagian utara.
Ada banyak jenis ikan, baik yang besar atau yang kecil
yang hidup di kolam itu bersama Bodhisattva.
Suatu saat musim kemarau datang berkepanjangan.
Musim hujan tidak datang seperti biasanya.
Tanaman para petani mati, dan banyak kolam, danau, serta sungai mengering.
di sebuah kolam di India bagian utara.
Ada banyak jenis ikan, baik yang besar atau yang kecil
yang hidup di kolam itu bersama Bodhisattva.
Suatu saat musim kemarau datang berkepanjangan.
Musim hujan tidak datang seperti biasanya.
Tanaman para petani mati, dan banyak kolam, danau, serta sungai mengering.
Labels:
for Kid Kit
Jataka 57, 224 - Tuan Kera dan Tuan Buaya
Dahulu kala, di tepi sebuah sungai hiduplah seekor kera.
Ia sangat kuat, dan juga peloncat hebat.
Di tengah-tengah sungai tersebut terdapat sebuah pulau indah
yang dipenuhi oleh pohon mangga, nangka, dan pohon buah-buahan lainnya.
Di tengah-tengah antara pulau dan tepi sungai
terdapat sebuah batu yang menonjol ke atas permukaan air.
Walaupun kelihatannya mustahil,
tetapi tuan kera selalu berhasil meloncat dari tepi sungai ke atas batu itu
lalu meloncat dari batu itu ke pulau indah tersebut.
Ia sangat kuat, dan juga peloncat hebat.
Di tengah-tengah sungai tersebut terdapat sebuah pulau indah
yang dipenuhi oleh pohon mangga, nangka, dan pohon buah-buahan lainnya.
Di tengah-tengah antara pulau dan tepi sungai
terdapat sebuah batu yang menonjol ke atas permukaan air.
Walaupun kelihatannya mustahil,
tetapi tuan kera selalu berhasil meloncat dari tepi sungai ke atas batu itu
lalu meloncat dari batu itu ke pulau indah tersebut.
Labels:
for Kid Kit
Jataka 58 - Pangeran Monyet
Pada suatu ketika ada seekor raja monyet yang kejam yang berkuasa di Himalaya.
Seluruh monyet dalam kelompoknya adalah istri dan anak-anaknya.
Ia sangat takut bahwa suatu hari anak laki-lakinya akan tumbuh dewasa
dan mengambil alih kekuasaannya sebagai raja.
Jadi dia mengambil kebijakan
untuk mengginggit setiap anak laki-lakinya sewaktu mereka lahir.
Hal tersebut akan membuat mereka lemah untuk dapat melawan ayahnya.
Seluruh monyet dalam kelompoknya adalah istri dan anak-anaknya.
Ia sangat takut bahwa suatu hari anak laki-lakinya akan tumbuh dewasa
dan mengambil alih kekuasaannya sebagai raja.
Jadi dia mengambil kebijakan
untuk mengginggit setiap anak laki-lakinya sewaktu mereka lahir.
Hal tersebut akan membuat mereka lemah untuk dapat melawan ayahnya.
Labels:
for Kid Kit
Database Normalization: First, Second, and Third Normal Forms
1. First Normal Form (1NF): No repeating elements or groups of elements
Don’t repeat your columns. Avoid this:

Don’t repeat your columns. Avoid this:

Labels:
IT - Database - Concept
Jataka 72 - Raja Gajah Yang Baik Hati
Pada suatu waktu Bodhisattva dilahirkan kembali sebagai seekor gajah.
Gajah tersebut berwarna putih cemerlang dan bersinar
bagaikan perak yang dipoles.
Kakinya begitu mengkilat dan seterang vernisan yang terbaik.
Mulutnya semerah karpet merah yang berharga, bersinar dalam lima warna:
biru, kuning, merah, putih, dan merah tua.
Gajah tersebut berwarna putih cemerlang dan bersinar
bagaikan perak yang dipoles.
Kakinya begitu mengkilat dan seterang vernisan yang terbaik.
Mulutnya semerah karpet merah yang berharga, bersinar dalam lima warna:
biru, kuning, merah, putih, dan merah tua.
Labels:
for Kid Kit
Anak Yang Memiliki Keyakinan pada Sang Triratna
Disebutkan dalam kisah itu, pada suatu pagi Sang Buddha
sedang mengembangkan kemampuan batin melalui meditasi.
Beliau melihat dengan kekuatan batinNya
seorang anak yang sedang terbaring lemah di beranda rumah
karena ia sakit parah.
Sang Buddha mengetahui bahwa anak tersebut akan meninggal dunia pada hari itu juga. .
Anak tersebut mempunyai pikiran yang kurang bahagia akibat kekikiran ayahnya.
Anak ini sakit badan dengan pikiran menderita.
Apabila kondisi pikirannya dibiarkan seperti itu,
maka ketika ia meninggal dunia,
anak ini akan segera terlahir di alam menderita sesuai dengan pikiran buruk yang ia miliki saat ini.
sedang mengembangkan kemampuan batin melalui meditasi.
Beliau melihat dengan kekuatan batinNya
seorang anak yang sedang terbaring lemah di beranda rumah
karena ia sakit parah.
Sang Buddha mengetahui bahwa anak tersebut akan meninggal dunia pada hari itu juga. .
Anak tersebut mempunyai pikiran yang kurang bahagia akibat kekikiran ayahnya.
Anak ini sakit badan dengan pikiran menderita.
Apabila kondisi pikirannya dibiarkan seperti itu,
maka ketika ia meninggal dunia,
anak ini akan segera terlahir di alam menderita sesuai dengan pikiran buruk yang ia miliki saat ini.
Labels:
for Kid Kit
13 April 2011
Bhojajaniya Jataka
"Meskipun dalam keadaan lemah,"dan seterusnya.
Sang Guru berkata,
"Bhikkhu, di kehidupan yang lampau,
Mereka membawa Bodhisatta ke gerbang Kerajaan, Raja sendiri keluar untuk melihatnya.
Makhluk yang agung itu berkata kepada Raja,
Sang Guru berkata,
"Bhikkhu, di kehidupan yang lampau,
Ia yang bijaksana dan tekun dalam melakukan Kebajikan,
meskipun berada di tengah kepungan musuh dan dalam keadaan terluka, tetap tidak menyerah."
* * *
Mereka membawa Bodhisatta ke gerbang Kerajaan, Raja sendiri keluar untuk melihatnya.
Makhluk yang agung itu berkata kepada Raja,
Lakukanlah Perbuatan Baik,
jagalah sila dan pimpinlah Kerajaanmu dengan penuh kebaikan dan keadilan."
* * * * *
Labels:
Cerita - Sang Buddha
Ajanna Jataka
"Tidak masalah kapan maupun dimana," dan seterusnya.
Sang Guru berkata,
"Bhikkhu, di kehidupan yang lampau,
Sang Guru berkata,
"Bhikkhu, di kehidupan yang lampau,
Ia yang bijaksana dan penuh Kebaikan tetap tekun walaupun sedang terluka."
* * * * *
Labels:
Cerita - Sang Buddha
Samkhadhamana Jataka
"Jangan bertindak keterlaluan,"dan seterusnya.
Seperti kisah sebelumnya, Bodhisatta mengulangi syair berikut ini :
Jangan bertindak keterlaluan,
belajarlah untuk tidak melakukan sesuatu secara berlebihan ;
Karena meniup terompet secara berlebihan
menyebabkan kehilangan atas apa yang (tadi) diperoleh dari meniup terompet.
Setelah uraian-Nya berakhir, Sang Guru mempertautkan dan menjelaskan
tentang kelahiran tersebut dengan berkata,
"Bhikkhu yang selalu bertindak sesuka hati ini adalah Ayah di masa itu,
dan Saya sendiri adalah Anak Lelaki tersebut."
Seperti kisah sebelumnya, Bodhisatta mengulangi syair berikut ini :
Jangan bertindak keterlaluan,
belajarlah untuk tidak melakukan sesuatu secara berlebihan ;
Karena meniup terompet secara berlebihan
menyebabkan kehilangan atas apa yang (tadi) diperoleh dari meniup terompet.
Setelah uraian-Nya berakhir, Sang Guru mempertautkan dan menjelaskan
tentang kelahiran tersebut dengan berkata,
"Bhikkhu yang selalu bertindak sesuka hati ini adalah Ayah di masa itu,
dan Saya sendiri adalah Anak Lelaki tersebut."
* * * * *
Labels:
Cerita - Sang Buddha
Nakula Jataka 165
"Wahai Makhluk, musuhmu sejak dari telur," dan seterusnya.
Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru sewaktu berdiam di Jetavana
tentang dua Orang yang bertengkar.
Cerita pembukanya telah dikemukakan di dalam Uraga-Jātaka 39.
Di sini, seperti sebelumnya, kata Sang Guru,
"Ini bukan untuk pertama kalinya, Para Bhikkhu,
kedua Bangsawan ini telah didamaikan oleh diri-Ku;
Sebelumnya, Aku juga mendamaikan mereka."
Kemudian Beliau menceritakan sebuah kisah masa lampau.
Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru sewaktu berdiam di Jetavana
tentang dua Orang yang bertengkar.
Cerita pembukanya telah dikemukakan di dalam Uraga-Jātaka 39.
Di sini, seperti sebelumnya, kata Sang Guru,
"Ini bukan untuk pertama kalinya, Para Bhikkhu,
kedua Bangsawan ini telah didamaikan oleh diri-Ku;
Sebelumnya, Aku juga mendamaikan mereka."
Kemudian Beliau menceritakan sebuah kisah masa lampau.
* * * * *
Labels:
Cerita - Sang Buddha
Kosiya Jataka 212
[463] "Engkau bisa menderita atau makan," dan seterusnya.
Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana,
mengenai seorang Wanita di Sawatthi.
Dikatakan ia adalah seorang Istri yang jahat dari seorang Brahmana yang baik hati dan suci,
merupakan seorang Umat Awam.
Waktu malamnya dihabiskan untuk berkeluyuran;
sementara siang harinya ia tidak pernah bekerja,
namun berpura-pura sakit dan berbaring sambil mengomel.
Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana,
mengenai seorang Wanita di Sawatthi.
Dikatakan ia adalah seorang Istri yang jahat dari seorang Brahmana yang baik hati dan suci,
merupakan seorang Umat Awam.
Waktu malamnya dihabiskan untuk berkeluyuran;
sementara siang harinya ia tidak pernah bekerja,
namun berpura-pura sakit dan berbaring sambil mengomel.
Labels:
Cerita - Sang Buddha
Araka Jataka 169
"Hati dengan perasaan belas kasih yang tak terbatas," dan seterusnya".
Kisah ini diceritakan Sang Guru di Jetavana, tentang Metta Sutta.
* * * * *
Kisah ini diceritakan Sang Guru di Jetavana, tentang Metta Sutta.
Tentang Sebelas Berkah, yaitu :
Dia tidur dengan gembira dan dia bangun dengan gembira;
dia tidak bermimpi buruk;
dia tidak bermimpi buruk;
Orang-orang menyukainya;
Dewa melindunginya;
api, racun dan pedang tidak dapat mendekatinya;
dengan cepat dia menjadi terserap dalam pikiran;
tampangnya menjadi tenang;
dia mati tanpa rasa takut;
tidak perlu kebijaksanaan yang lebih jauh, dia pergi ke Alam Brahma.
Dewa melindunginya;
api, racun dan pedang tidak dapat mendekatinya;
dengan cepat dia menjadi terserap dalam pikiran;
tampangnya menjadi tenang;
dia mati tanpa rasa takut;
tidak perlu kebijaksanaan yang lebih jauh, dia pergi ke Alam Brahma.
* * * * *
Labels:
Cerita - Sang Buddha
Khandha Vatta Jataka
[147] Demikianlah dia memaparkan
bagaimana seseorang harus menunjukkan cinta kasih
dan niat baik kepada semua makhluk hidup tanpa ada perbedaan;
dia mengingatkan semua pendengarnya tentang kualitas bagus dari Tiga Permata,
mengucapkan - "Buddha Nirbatas, Dhamma Nirbatas, dan Sangha Nirbatas."
Dia berkata,
Sejak saat itu, Para Petapa mengingat dalam hati nasihat Bodhisatta tersebut,
mengembangkan cinta kasih dan niat baik, serta merenungkan Kebajikan Buddha.
bagaimana seseorang harus menunjukkan cinta kasih
dan niat baik kepada semua makhluk hidup tanpa ada perbedaan;
dia mengingatkan semua pendengarnya tentang kualitas bagus dari Tiga Permata,
mengucapkan - "Buddha Nirbatas, Dhamma Nirbatas, dan Sangha Nirbatas."
Dia berkata,
"Ingatlah kualitas bagus dari Tiga Permata,"
Sejak saat itu, Para Petapa mengingat dalam hati nasihat Bodhisatta tersebut,
mengembangkan cinta kasih dan niat baik, serta merenungkan Kebajikan Buddha.
* * * * *
Labels:
Cerita - Sang Buddha
Mani-Kantha-Jataka 191
"Makanan dan minumanku berlimpah," dan seterusnya.
"Petapa ini," kata petapa yang lebih tua itu, setelah mendengar jawabannya,
"tidak bisa hidup tanpa Raja Naga itu,"
dan dia mengucapkan bait ketiga berikut:
* * * * *
"Petapa ini," kata petapa yang lebih tua itu, setelah mendengar jawabannya,
"tidak bisa hidup tanpa Raja Naga itu,"
dan dia mengucapkan bait ketiga berikut:
Janganlah minta kepada makhluk, benda yang disenangi
walaupun mendambakannya;
permintaan lewat batas menimbulkan kebencian.
Naga yang diminta batu permatanya oleh Sang Brahmana
langsung menghilang tak tampak lagi.
langsung menghilang tak tampak lagi.
* * * * *
Labels:
Cerita - Sang Buddha
Tipitaka 414 - Kisah Sivali Thera
Putri Suppavasa, dari Kundakoliya sedang hamil selama tujuh tahun
dan kemudian selama tujuh hari ia mengalami kesakitan pada saat melahirkan anaknya.
Ia terus merenungkan sifat-sifat khusus Sang Buddha, Dhamma dan Sangha.
Ia menyuruh suaminya pergi menemui Sang Buddha
untuk memberikan penghormatan dengan membungkukkan badan demi kepentingannya
dan untuk memberitahu Beliau tentang keadaannya.
Ketika diberitahu mengenai keadaan putri tersebut, Sang Buddha berkata,
dan kemudian selama tujuh hari ia mengalami kesakitan pada saat melahirkan anaknya.
Ia terus merenungkan sifat-sifat khusus Sang Buddha, Dhamma dan Sangha.
Ia menyuruh suaminya pergi menemui Sang Buddha
untuk memberikan penghormatan dengan membungkukkan badan demi kepentingannya
dan untuk memberitahu Beliau tentang keadaannya.
Ketika diberitahu mengenai keadaan putri tersebut, Sang Buddha berkata,
Labels:
Dhamma - Tipitaka
Vinilaka Jataka No.160
"Ketika Raja di sana pergi berkuda," dan seterusnya.
Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di Veluvana,
tentang bagaimana Devadatta menyamar sebagai Sang Buddha.
Kedua Siswa Utama [29] pergi ke Gayasisa [30] (Gayasisa),
tempat Devadatta menyamar sebagai Sang Buddha, dan gagal.
Kemudian kedua Thera tersebut kembali setelah memberikan khotbah Dhamma,
dan membawa bersama mereka Murid mereka masing-masing.
Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di Veluvana,
tentang bagaimana Devadatta menyamar sebagai Sang Buddha.
Kedua Siswa Utama [29] pergi ke Gayasisa [30] (Gayasisa),
tempat Devadatta menyamar sebagai Sang Buddha, dan gagal.
Kemudian kedua Thera tersebut kembali setelah memberikan khotbah Dhamma,
dan membawa bersama mereka Murid mereka masing-masing.
Labels:
Cerita - Sang Buddha
10 April 2011
Gejala dan Ciri Kemerosotan Mental Spiritual
Enam Klesa (6 Kejahatan/Kekotoran Batin)
1. Raga (tamak, serakah)
2. Pratigha (kebencian)
3. Moha (kebodohan)
4. Mana (kesombongan)
5. Vicikitsa (bimbang, keragu-raguan)
6. Drishti (pandangan salah)
1. Raga (tamak, serakah)
2. Pratigha (kebencian)
3. Moha (kebodohan)
4. Mana (kesombongan)
5. Vicikitsa (bimbang, keragu-raguan)
6. Drishti (pandangan salah)
Labels:
Dhamma
08 April 2011
Musafir dan Penyamun
Dalam kelahirannya Beliau (Buddha) pernah juga terlahir sebagai
seorang musafir yang sangat baik hatinya, juga rela berkorban demi orang lain.
Sungguh suatu tekad Boddhicitta yang sangat dalam.
Tersebutlah seorang Musafir muda yang sangat baik hatinya,
dia selalu mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya.
Setiap kali berjumpa dengan pengemis atau orang yang membutuhkan
ia selalu memberikan bantuan baik berupa uang ataupun makanan.
seorang musafir yang sangat baik hatinya, juga rela berkorban demi orang lain.
Sungguh suatu tekad Boddhicitta yang sangat dalam.
Tersebutlah seorang Musafir muda yang sangat baik hatinya,
dia selalu mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya.
Setiap kali berjumpa dengan pengemis atau orang yang membutuhkan
ia selalu memberikan bantuan baik berupa uang ataupun makanan.
Raja penyamun terharu dengan pengorbanannya,
demi orang yang tidak dikenalnya ia rela mengorbankan nyawanya, kehidupannya,
dan dengan segera mereka bersujud dan beranjali di hadapan si musafir yang sangat mulia itu.
* * * * *
Labels:
Cerita - Sang Buddha
Tipitaka 110 - Kisah Samanera Samkicca
Pada suatu ketika, tiga puluh bhikkhu setelah menerima pelajaran objek meditasi
yang diberikan Sang Buddha, pergi menuju sebuah desa besar,
yang jauhnya 120 yojana dari Savatthi.
Pada waktu itu, lima ratus orang perampok tinggal di tengah-tengah hutan
dan mereka berkeinginan untuk membuat persembahan dari daging dan darah manusia
untuk makhluk halus penjaga hutan.
Kemudian mereka datang ke vihara desa dan meminta salah seorang bhikkhu
diserahkan kepada mereka untuk dikorbankan kepada makhluk halus penjaga hutan.
Semua bhikkhu, dari yang tertua sampai yang termuda,
bersedia secara sukarela untuk pergi.
Di antara para bhikkhu tersebut,
terdapat juga seorang samanera muda yang bernama Samkicca.
yang diberikan Sang Buddha, pergi menuju sebuah desa besar,
yang jauhnya 120 yojana dari Savatthi.
Pada waktu itu, lima ratus orang perampok tinggal di tengah-tengah hutan
dan mereka berkeinginan untuk membuat persembahan dari daging dan darah manusia
untuk makhluk halus penjaga hutan.
Kemudian mereka datang ke vihara desa dan meminta salah seorang bhikkhu
diserahkan kepada mereka untuk dikorbankan kepada makhluk halus penjaga hutan.
Semua bhikkhu, dari yang tertua sampai yang termuda,
bersedia secara sukarela untuk pergi.
Di antara para bhikkhu tersebut,
terdapat juga seorang samanera muda yang bernama Samkicca.
Labels:
Dhamma - Tipitaka
06 April 2011
UML - Class Diagram
Overview
The class diagram is the main building block in object oriented modelling.
In the class diagram these classes are represented with boxes which contain three parts:
A class with three sections.
* The upper part holds the name of the class
* The middle part contains the attributes of the class
* The bottom part gives the methods or operations the class can take or undertake
The class diagram is the main building block in object oriented modelling.
In the class diagram these classes are represented with boxes which contain three parts:
A class with three sections.
* The upper part holds the name of the class
* The middle part contains the attributes of the class
* The bottom part gives the methods or operations the class can take or undertake
Labels:
IT - Information Systems (IS)
Diagrams Overview Unified Modeling Language (UML) 2.2
UML 2.2 has 14 types of diagrams divided into two categories.
Seven diagram types represent structural information,
and the other seven represent general types of behavior,
including four that represent different aspects of interactions.
These diagrams can be categorized hierarchically as shown in the following class diagram:
Seven diagram types represent structural information,
and the other seven represent general types of behavior,
including four that represent different aspects of interactions.
These diagrams can be categorized hierarchically as shown in the following class diagram:
Labels:
IT - Information Systems (IS)
Relational Model
The relational model for database management is a database model based on first-order predicate logic
Labels:
IT - Database - Concept
Object-relational database
An object-relational database (ORD), or object-relational database management system (ORDBMS),
is a database management system (DBMS) similar to a relational database,
but with an object-oriented database model: objects, classes and inheritance
are directly supported in database schemas and in the query language.
In addition, it supports extension of the data model with custom data-types and methods.
An object-relational database can be said to provide
a middle ground between relational databases and object-oriented databases (OODBMS)
is a database management system (DBMS) similar to a relational database,
but with an object-oriented database model: objects, classes and inheritance
are directly supported in database schemas and in the query language.
In addition, it supports extension of the data model with custom data-types and methods.
An object-relational database can be said to provide
a middle ground between relational databases and object-oriented databases (OODBMS)
Labels:
IT - Database - Concept
Di Zi Gui - Tahu Balas Budi
1. Tahu Budi Balas Budi adalah sifat luhur Manusia
2. Ke atas harus membalas budi Langit, Bumi, Negara, Ayah, Bunda, Guru
3. Dan seluruh Sesama yang telah membantu Kita
4. Serta tidak berbuat hal yang melanggar hati nurani diri
5. Bila selalu demikian melatih diri
6. Barulah Kita dapat disebut sebagai Manusia …
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
05 April 2011
Di Zi Gui - Hati
Hati yang penuh dengan:
a. Keyakinan
: Dia adalah malaikat yang mengantar kita mencapai cita-cita.
b. Ketekunan
: Dia adalah tangga yang mengantar kita naik mencapai pintu karir cemerlang.
c. Kerendahan
: Dia adalah penerima hasil panen di musim gugur yang berwarna mas.
a. Keyakinan
: Dia adalah malaikat yang mengantar kita mencapai cita-cita.
b. Ketekunan
: Dia adalah tangga yang mengantar kita naik mencapai pintu karir cemerlang.
c. Kerendahan
: Dia adalah penerima hasil panen di musim gugur yang berwarna mas.
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Cinta Kasih
Dapat dipelajari dalam kehidupan sehari-hari
a. Seorang anak bila selalu dikritik perilakunya,
maka ia akan tumbuh menjadi seorang anak yang selalu menyalahi orang lain …
b. Seorang anak bila selalu hidup dalam suasana bermusuhan
maka dia akan tumbuh menjadi seorang anak yang selalu melawan …
a. Seorang anak bila selalu dikritik perilakunya,
maka ia akan tumbuh menjadi seorang anak yang selalu menyalahi orang lain …
b. Seorang anak bila selalu hidup dalam suasana bermusuhan
maka dia akan tumbuh menjadi seorang anak yang selalu melawan …
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Lain-Lain
a. Harus, haruslah tahu merasa malu,
manusia berbeda dengan binatang hanyalah karena manusia mempunyai "rasa malu" …
b. Janganlah berlari-larian/berteriak-teriak di tempat yang bukan tempat bermain …
c. Janganlah merusak barang-barang milik umum …
d. Janganlah bermain di dapur …
e. Janganlah bermainkan barang tajam dan api …
f. Janganlah menerima barang apapun dari orang yang tidak dikenal …
manusia berbeda dengan binatang hanyalah karena manusia mempunyai "rasa malu" …
b. Janganlah berlari-larian/berteriak-teriak di tempat yang bukan tempat bermain …
c. Janganlah merusak barang-barang milik umum …
d. Janganlah bermain di dapur …
e. Janganlah bermainkan barang tajam dan api …
f. Janganlah menerima barang apapun dari orang yang tidak dikenal …
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Menabung Rezeki
a. Rajinlah menabung rezeki …
b. Karena menabung rezeki adalah sumber mendapat kekayaan …
c. Adalah sangat mudah menabung rezeki …
d. Bantulah orang tua membersihkan rumah …
e. Berusahalah mengurus diri …
f. Berilah sedekah untuk orang miskin …
g. Bantulah orang yang memerlukan bantuan …
b. Karena menabung rezeki adalah sumber mendapat kekayaan …
c. Adalah sangat mudah menabung rezeki …
d. Bantulah orang tua membersihkan rumah …
e. Berusahalah mengurus diri …
f. Berilah sedekah untuk orang miskin …
g. Bantulah orang yang memerlukan bantuan …
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Hemat Pangkal Kaya
a. Bila orang tua atau tetua memberi uang jajan …
b. Ditabunglah sebagian, janganlah dijajankan semuanya …
c. Bantulah orang tua hematkan uang …
d. Tidak minta dibeliin barang yang mahal atau jajanan …
e. Janganlah ngobrol dengan teman di telepon untuk membantu orang tua hemat biaya telepon …
f. Haruslah ingat orang tua yang bekerja keras untuk mencari nafkah untuk membiayai Anda …
g. Bila orang tua sedang kesulitan uang, bantulah orang tua dengan tabungan Anda.
b. Ditabunglah sebagian, janganlah dijajankan semuanya …
c. Bantulah orang tua hematkan uang …
d. Tidak minta dibeliin barang yang mahal atau jajanan …
e. Janganlah ngobrol dengan teman di telepon untuk membantu orang tua hemat biaya telepon …
f. Haruslah ingat orang tua yang bekerja keras untuk mencari nafkah untuk membiayai Anda …
g. Bila orang tua sedang kesulitan uang, bantulah orang tua dengan tabungan Anda.
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Di Tempat Belanja
a. Saat ikut orang tua belanja …
b. Janganlah minta dibelikan ini dan itu …
c. Janganlah menyembunyikan barang atau langsung makan makanan yang belum dibayar …
d. Janganlah menyentuh barang pecah belah …
e. Barang yang diinginkan bila tidak dibelikan orang tua …
f. Janganlah marah-marah, menangis atau bertingkah buruk.
b. Janganlah minta dibelikan ini dan itu …
c. Janganlah menyembunyikan barang atau langsung makan makanan yang belum dibayar …
d. Janganlah menyentuh barang pecah belah …
e. Barang yang diinginkan bila tidak dibelikan orang tua …
f. Janganlah marah-marah, menangis atau bertingkah buruk.
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Tamu Datang Berkunjung
a. Jemputlah di depan pintu …
b. Persilahkan tamu duduk dan suguhkan minuman dengan kedua tangan …
c. Memberitahukan kepada orang tua bahwa ada tamu …
d. Saat orang tua sedang bicara dengan tamu …
e. Pamitlah dengan tamu bila tidak ingin turut menemani …
f. Janganlah membuat kebisingan …
g. Janganlah berlari-larian di depan tamu.
b. Persilahkan tamu duduk dan suguhkan minuman dengan kedua tangan …
c. Memberitahukan kepada orang tua bahwa ada tamu …
d. Saat orang tua sedang bicara dengan tamu …
e. Pamitlah dengan tamu bila tidak ingin turut menemani …
f. Janganlah membuat kebisingan …
g. Janganlah berlari-larian di depan tamu.
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Sopan Santun Di Meja Makan
a. Cucilah tangan selalu sebelum makan …
b. Janganlah bicara saat mulut berisi makanan …
c. Sebelum makan, haruslah menyapa orang tua, kakak, tetua terlebih dahulu …
d. Saat makan, duduklah di meja makan dan berdoa serta bersyukurlah kepada Tuhan Allah …
e. Janganlah sambil makan sambil jalan kesana kemari …
f. Tutuplah mulut saat mengunyah makanan …
Dan janganlah sampai mengeluarkan suara …
b. Janganlah bicara saat mulut berisi makanan …
c. Sebelum makan, haruslah menyapa orang tua, kakak, tetua terlebih dahulu …
d. Saat makan, duduklah di meja makan dan berdoa serta bersyukurlah kepada Tuhan Allah …
e. Janganlah sambil makan sambil jalan kesana kemari …
f. Tutuplah mulut saat mengunyah makanan …
Dan janganlah sampai mengeluarkan suara …
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
04 April 2011
Di Zi Gui - Bila Kewajiban Utama Telah Dilaksanakan Dengan Baik, Barulah Belajar Ilmu Untuk Meningkatkan Kualitas Kehidupan Batin
1.
a. Bila Anda tidak rajin dan tekun menjalankan apa yang telah dipelajari …
b. Akan tetapi Anda masih terus menerus mempelajari teori saja …
c. Pengetahuan Anda mungkin bertambah, akan tetapi Anda tidak menguasainya …
d. Akhirnya kelak Anda akan menjadi apa? …
e. Bila Anda berusaha terus menerapkan apa yang telah dipelajari …
f. Akan tetapi Anda tidak mau belajar lagi …
g. Anda akan menjadi orang ego dan selalu menganggap pendapat sendiri adalah yang benar …
h. Padahal Anda belum mengetahui keadaan sebenarnya.
a. Bila Anda tidak rajin dan tekun menjalankan apa yang telah dipelajari …
b. Akan tetapi Anda masih terus menerus mempelajari teori saja …
c. Pengetahuan Anda mungkin bertambah, akan tetapi Anda tidak menguasainya …
d. Akhirnya kelak Anda akan menjadi apa? …
e. Bila Anda berusaha terus menerapkan apa yang telah dipelajari …
f. Akan tetapi Anda tidak mau belajar lagi …
g. Anda akan menjadi orang ego dan selalu menganggap pendapat sendiri adalah yang benar …
h. Padahal Anda belum mengetahui keadaan sebenarnya.
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Dekatilah dan Belajarlah dari Orang yang Berbudi Luhur dan Bermoral Tinggi
1.
a. Walaupun sama-sama sebagai manusia …
b. Akan tetapi berlainanlah jenisnya …
c. Lebih banyak orang awam …
d. Manusia sejati dan yang bermoral tinggi adalah sangat langka …
e. Mereka ini adalah orang yang benar-benar berbudi luhur …
f. Orang segan dan salut kepadanya …
g. Mereka selalu berbicara terus terang dan apa yang sebenarnya …
h. Tidak pernah menjilat dengan pujian palsu dan mengangkat-angkat orang lain …
i. Mendekati dan belajar dari orang yang berbudi dan bermoral tinggi …
a. Walaupun sama-sama sebagai manusia …
b. Akan tetapi berlainanlah jenisnya …
c. Lebih banyak orang awam …
d. Manusia sejati dan yang bermoral tinggi adalah sangat langka …
e. Mereka ini adalah orang yang benar-benar berbudi luhur …
f. Orang segan dan salut kepadanya …
g. Mereka selalu berbicara terus terang dan apa yang sebenarnya …
h. Tidak pernah menjilat dengan pujian palsu dan mengangkat-angkat orang lain …
i. Mendekati dan belajar dari orang yang berbudi dan bermoral tinggi …
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Cinta Sesama Tanpa Ada Perbedaan
1.
a. & b. Semua orang, haruslah dicintai tanpa membeda-bedakan suku, bangsa, agama, Negara …
c. & d. Karena kita semua sama-sama beratapkan langit, beralaskan bumi …
Janganlah dendam, janganlah menganiaya.
a. & b. Semua orang, haruslah dicintai tanpa membeda-bedakan suku, bangsa, agama, Negara …
c. & d. Karena kita semua sama-sama beratapkan langit, beralaskan bumi …
Janganlah dendam, janganlah menganiaya.
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Kepercayaan / Berpegang Janji
(Haruslah Menjadi Seorang Manusia Yang Dapat Dipercayai Orang Lain)
1.
a. & b. Setiap kata yang diucapkan haruslah dapat dipercaya …
c. & d. Menipu dan dusta, adalah sangat-sangat dilarang …
e. & f. Janganlah banyak bicara, lebih baik sedikit bicara …
g. Dan hanya bicara yang benar dan dengan tulus, janganlah memutar balik fakta …
h. Janganlah menjilat orang dengan memuji-muji secara berlebihan …
i. & j. Kata-kata yang kasar dan kotor, itu adalah kebiasaan gelandangan, janganlah ditiru.
1.
a. & b. Setiap kata yang diucapkan haruslah dapat dipercaya …
c. & d. Menipu dan dusta, adalah sangat-sangat dilarang …
e. & f. Janganlah banyak bicara, lebih baik sedikit bicara …
g. Dan hanya bicara yang benar dan dengan tulus, janganlah memutar balik fakta …
h. Janganlah menjilat orang dengan memuji-muji secara berlebihan …
i. & j. Kata-kata yang kasar dan kotor, itu adalah kebiasaan gelandangan, janganlah ditiru.
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Kewaspadaan
(Haruslah hati-hati Menjaga Perilaku Kehidupan Sehari-hari)
1.
a. Bangunlah lebih awal dari pada orang tua di pagi hari …
b. Malam hari, tunggu setelah orang tua tidur barulah tidur …
c. Waktu yang telah berlalu, tidak mungkin kembali, makin hari Anda bertambah dewasa …
d. Janganlah sia-siakan waktu Anda, oleh karena itu, hargailah saat sekarang ini …
e. & f. Bersihkan diri di pagi hari, gosoklah gigi …
g. & h. Setelah buang air besar dan kecil, selalulah cuci tangan.
1.
a. Bangunlah lebih awal dari pada orang tua di pagi hari …
b. Malam hari, tunggu setelah orang tua tidur barulah tidur …
c. Waktu yang telah berlalu, tidak mungkin kembali, makin hari Anda bertambah dewasa …
d. Janganlah sia-siakan waktu Anda, oleh karena itu, hargailah saat sekarang ini …
e. & f. Bersihkan diri di pagi hari, gosoklah gigi …
g. & h. Setelah buang air besar dan kecil, selalulah cuci tangan.
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Hubungan Saudara Sedarah
(Standar Perilaku Seorang Adik Bila Berada Di Luar Rumah)
1.
a. Selaku kakak haruslah mengasihi adik …
b. Selaku adik haruslah menghormati dan mengasihi kakak …
c. Antara kakak dan adik haruslah selalu hidup rukun,
janganlah iri, janganlah dengki, janganlah dendam …
d. Hal ini juga disebut "berbakti kepada orang tua" …
e. Bila saling tidak mementingkan material/kepemilikan,
tetapi lebih mementingkan hubungan Saudara …
f. Maka tidaklah ada pertengkaran dan permusuhan …
g. Bila saling menahan diri tidak mengucapkan bahasa yang menyakitkan …
h. Maka tidak akan ada kemarahan dan dendam.
1.
a. Selaku kakak haruslah mengasihi adik …
b. Selaku adik haruslah menghormati dan mengasihi kakak …
c. Antara kakak dan adik haruslah selalu hidup rukun,
janganlah iri, janganlah dengki, janganlah dendam …
d. Hal ini juga disebut "berbakti kepada orang tua" …
e. Bila saling tidak mementingkan material/kepemilikan,
tetapi lebih mementingkan hubungan Saudara …
f. Maka tidaklah ada pertengkaran dan permusuhan …
g. Bila saling menahan diri tidak mengucapkan bahasa yang menyakitkan …
h. Maka tidak akan ada kemarahan dan dendam.
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Di Zi Gui - Bakti - Di Rumah Harus Berbakti Kepada Orang Tua
入 则 孝
rù zé xiào ( Berbakti pada Orang Tua )
2.
父母呼 应勿缓 父母命 行勿懒
( fù mǔ hū , yìng wù huǎn, fù mǔ mìng, xíng wù lǎn )
Bila Orangtua memanggil, cepat menyahut jangan lamban.
Bila Orangtua memberi tugas, cepat mengerjakan jangan malas.
父母教 须敬听 父母责 须顺承
( fù mǔ jiào , xū jìng tīng, fù mǔ zé , xū shùn chéng )
Bila Orangtua memberi nasihat, simaklah dengan seksama dan syukur.
Bila Orangtua menegur, turutilah dan terima dengan ikhlas.
( Haruslah menerima dengan rendah hati dan janganlah menunjukkan sikap melawan,
lalu berusaha mengoreksi diri. )
Di Zi Gui - Selalu Bersyukur
a. Standar untuk menjadi seorang murid dan anak yang baik …
b. Adalah berdasarkan nasihat orang-orang suci kuno …
c. Pertama adalah harus berbakti kepada orang tua,
tahu/ingat budi dan membalas budi
serta menghormati dan mencintai kakak dan adik Anda …
b. Adalah berdasarkan nasihat orang-orang suci kuno …
c. Pertama adalah harus berbakti kepada orang tua,
tahu/ingat budi dan membalas budi
serta menghormati dan mencintai kakak dan adik Anda …
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Intisari Pendidikan Moral dan Budi Pekerti Orang Tiongkok Kuno (4500 Tahun yang Lalu)
1.Sebagai orang tua mengasihi dan membimbing anaknya
dan anak harus berbakti kepada orang tuanya.
2.Sebagai atasan menghargai bawahannya dan bawahan
harus setia kepada atasannya.
3.Antara suami dan istri harus saling memahami dan menjalankan
peranan masing-masing sebaik-baiknya.
dan anak harus berbakti kepada orang tuanya.
2.Sebagai atasan menghargai bawahannya dan bawahan
harus setia kepada atasannya.
3.Antara suami dan istri harus saling memahami dan menjalankan
peranan masing-masing sebaik-baiknya.
Labels:
Dhamma - Di Zi Gui
Ujar Nabi Kong Hu Cu mengenai Bakti
*** Hakekat Pokok ***
"Bila tidak mencintai dan menghormati Orang Tua sendiri,
malahan mencintai dan menghormati Orang Lain,
ini dikatakan melawan hakekat kemanusiaan luhur."
* * *
Nabi Kong Hu Cu berkata,
"Sikap perilaku dari seorang Anak yang Berbakti :
- Dalam kehidupan sehari-hari menampilkan sikap yang hormat.
- Melayani dengan hati yang gembira.
- Selalu prihatin dan penuh perhatian saat sakit.
- Sungguh ber-sedih hati saat meninggal
- dan dengan tulus dan sungguh dalam sembahyang,
kalau ke lima hal dapat dijalankan, kemudian baru dikatakan BAKTI."
Nabi Kong Hu Cu berkata,
"Sikap perilaku dari seorang Anak yang Berbakti :
- Dalam kehidupan sehari-hari menampilkan sikap yang hormat.
- Melayani dengan hati yang gembira.
- Selalu prihatin dan penuh perhatian saat sakit.
- Sungguh ber-sedih hati saat meninggal
- dan dengan tulus dan sungguh dalam sembahyang,
kalau ke lima hal dapat dijalankan, kemudian baru dikatakan BAKTI."
03 April 2011
Girjjhakuta - Puncak Burung Hering
Bukit Girjjhakuta atau Gridhrakuta
saat ini terletak di desa Devrajnagar, Madhya Pradesh, India.
Tepatnya sekitar 5 kilometer dari Rajgir
yang menjadi tempat ziarah bagi pemeluk Ajaran Buddha
dan beberapa keyakinan lain di India.
Banyak hidup Buddha berhubungan dengan tempat ini,
seperti kisah Raja Bimbisara yang dipenjara anaknya mendapat keteduhan
ketika secara ajaib bisa melihat Buddha
di Girjjhakuta dari dalam penjara.
[Sutta Mahasudassana. Sutta ke-17 dari Digha Nikaya]
saat ini terletak di desa Devrajnagar, Madhya Pradesh, India.
Tepatnya sekitar 5 kilometer dari Rajgir
yang menjadi tempat ziarah bagi pemeluk Ajaran Buddha
dan beberapa keyakinan lain di India.
Banyak hidup Buddha berhubungan dengan tempat ini,
seperti kisah Raja Bimbisara yang dipenjara anaknya mendapat keteduhan
ketika secara ajaib bisa melihat Buddha
di Girjjhakuta dari dalam penjara.
[Sutta Mahasudassana. Sutta ke-17 dari Digha Nikaya]
Labels:
Dhamma - Historical Places
Anguttara Nikaya III,185
Ada lima cara untuk melenyapkan kebencian bila muncul,
Pada siapapun kebencian itu muncul, maka:
1. Cinta kasih harus dikembangkan.
2. Welas asih kasih harus dikembangkan.
3. Keseimbangan batin harus dikembangkan.
4. Harus melupakan kebencian itu.
5. Dan seseorang seharusnya berpikir:
"Ini adalah akibat dari perbuatan dan tindakanku,
Perbuatan adalah penyebab dan penghubung,
Dan landasan dari timbulnya kebencian itu,
Dan perbuatan apapun yang seseorang lakukan,
Baik ataupun buruk, ia akan menerima balasan!"
Inilah lima cara untuk mengatasi kebencian.
(Anguttara Nikaya III,185)
Pada siapapun kebencian itu muncul, maka:
1. Cinta kasih harus dikembangkan.
2. Welas asih kasih harus dikembangkan.
3. Keseimbangan batin harus dikembangkan.
4. Harus melupakan kebencian itu.
5. Dan seseorang seharusnya berpikir:
"Ini adalah akibat dari perbuatan dan tindakanku,
Perbuatan adalah penyebab dan penghubung,
Dan landasan dari timbulnya kebencian itu,
Dan perbuatan apapun yang seseorang lakukan,
Baik ataupun buruk, ia akan menerima balasan!"
Inilah lima cara untuk mengatasi kebencian.
(Anguttara Nikaya III,185)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Itivuttaka 84
Kebencian membawa kerugian yang besar,
Kebencian mengacaukan dan melukai pikiran,
Bahaya menakutkan ini ada di dalam batin kita,
Kebanyakan orang tidak mengetahuinya.
Orang yang batinnya tercemar,
Ia tidak mengetahui hal-hal yang baik,
Dan tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya.
Bila seseorang yang batinnya diliputi kebencian,
Hanyalah kegelapan dan kesuraman yang dialaminya.
(Itivuttaka 84)
Kebencian mengacaukan dan melukai pikiran,
Bahaya menakutkan ini ada di dalam batin kita,
Kebanyakan orang tidak mengetahuinya.
Orang yang batinnya tercemar,
Ia tidak mengetahui hal-hal yang baik,
Dan tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya.
Bila seseorang yang batinnya diliputi kebencian,
Hanyalah kegelapan dan kesuraman yang dialaminya.
(Itivuttaka 84)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Itivuttaka, "Kebencian"
Makhluk yang dipenuhi oleh kebencian,
Akan terlahir kembali di alam yang buruk.
Akan tetapi setelah memahami akibat kebencian,
Mereka yang bijaksana akan meninggalkannya!
Dengan meninggalkan kebencian,
Mereka kelak akan berbahagia di alam surga.
(Itivuttaka, "Kebencian")
Akan terlahir kembali di alam yang buruk.
Akan tetapi setelah memahami akibat kebencian,
Mereka yang bijaksana akan meninggalkannya!
Dengan meninggalkan kebencian,
Mereka kelak akan berbahagia di alam surga.
(Itivuttaka, "Kebencian")
Labels:
Dhamma - Kutipan
Dhammapada I,5
Dalam kehidupan di dunia ini,
Kebencian,
Tidak dapat dilenyapkan dengan kebencian.
Kebencian,
Hanya dapat dilenyapkan dengan cinta kasih,
Dan saling memaafkan!
Ini adalah Kebenaran Abadi.
(Dhammapada I,5)
Kebencian,
Tidak dapat dilenyapkan dengan kebencian.
Kebencian,
Hanya dapat dilenyapkan dengan cinta kasih,
Dan saling memaafkan!
Ini adalah Kebenaran Abadi.
(Dhammapada I,5)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Dhammapada I,3-4
Apabila ada seseorang,
Yang memendam kebencian dalam dirinya dan berpikir,
Ia telah menyiksa, memukul dan mengalahkan aku,
Dan telah merampas barang-barangku,
Maka, kebencian tidak akan lenyap dari batinnya!
Sebaliknya,
Seseorang yang tidak memendam kebencian,
Di dalam dirinya dan tidak berpikir,
Ia telah menyiksa, memukul dan mengalahkan aku,
Dan telah merampas barang-barangku,
Maka, kebencian akan lenyap dari batinnya!
(Dhammapada I,3-4)
Yang memendam kebencian dalam dirinya dan berpikir,
Ia telah menyiksa, memukul dan mengalahkan aku,
Dan telah merampas barang-barangku,
Maka, kebencian tidak akan lenyap dari batinnya!
Sebaliknya,
Seseorang yang tidak memendam kebencian,
Di dalam dirinya dan tidak berpikir,
Ia telah menyiksa, memukul dan mengalahkan aku,
Dan telah merampas barang-barangku,
Maka, kebencian akan lenyap dari batinnya!
(Dhammapada I,3-4)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Dhammapada XV,197-198-199
Kita hidup bahagia tanpa membenci,
Di tengah-tengah orang yang penuh kebencian.
Di antara orang-orang yang saling membenci,
Kita hidup tanpa membenci.
Kita hidup sehat dan bahagia,
Di antara mereka yang menderita penyakit.
Di antara mereka yang tidak sehat dan berpenyakit,
Kita hidup terbebas dari penyakit dan bahagia.
Sungguh bahagia kita hidup bebas dari keserakahan,
Di antara orang-orang yang serakah.
Di antara manusia serakah,
Kita hidup tanpa keserakahan.
(Dhammapada XV,197-198-199)
Di tengah-tengah orang yang penuh kebencian.
Di antara orang-orang yang saling membenci,
Kita hidup tanpa membenci.
Kita hidup sehat dan bahagia,
Di antara mereka yang menderita penyakit.
Di antara mereka yang tidak sehat dan berpenyakit,
Kita hidup terbebas dari penyakit dan bahagia.
Sungguh bahagia kita hidup bebas dari keserakahan,
Di antara orang-orang yang serakah.
Di antara manusia serakah,
Kita hidup tanpa keserakahan.
(Dhammapada XV,197-198-199)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Dhammapada XXI,291
Barang siapa ingin memperoleh kebahagiaan,
Dengan menyakiti atau menyiksa makhluk lain,
Maka, ia tidak akan terbebas dari kebencian,
Ia akan terjerat dalam kebenciaan tanpa akhir!
(Dhammapada XXI,291)
Dengan menyakiti atau menyiksa makhluk lain,
Maka, ia tidak akan terbebas dari kebencian,
Ia akan terjerat dalam kebenciaan tanpa akhir!
(Dhammapada XXI,291)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Dhammapada X,131-132
Apabila seseorang ingin memperoleh hidup bahagia,
Dengan cara menyiksa makhluk lain,
Dan makhluk itu juga mendambakan kebahagiaan,
Maka, dalam kelahiran yang berikutnya,
Ia tidak akan memperoleh kebahagiaan.
Sebaliknya,
Seseorang menginginkan kebahagiaan/kesenangan,
Dengan cara tidak menyiksa makhluk lain,
Maka, dalam kelahiran yang berikutnya,
Ia akan memperoleh kebahagiaan dan kesenangan.
(Dhammapada X,131-132)
Dengan cara menyiksa makhluk lain,
Dan makhluk itu juga mendambakan kebahagiaan,
Maka, dalam kelahiran yang berikutnya,
Ia tidak akan memperoleh kebahagiaan.
Sebaliknya,
Seseorang menginginkan kebahagiaan/kesenangan,
Dengan cara tidak menyiksa makhluk lain,
Maka, dalam kelahiran yang berikutnya,
Ia akan memperoleh kebahagiaan dan kesenangan.
(Dhammapada X,131-132)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Anguttara Nikaya III,146
Lima karma buruk yang memberikan akibat langsung:
1. Membunuh Ayah.
2. Membunuh Ibu.
3. Membunuh seorang Arahat.
4. Melukai tubuh seorang Buddha hingga berdarah.
5. Memecah belah Sangha.
Ini adalah bentuk kejahatan yang paling berat!
Janganlah melakukannya dalam keadaan apapun!
Ini akan menghalangi seseorang mencapai Nibbana.
(Anguttara Nikaya III,146)
1. Membunuh Ayah.
2. Membunuh Ibu.
3. Membunuh seorang Arahat.
4. Melukai tubuh seorang Buddha hingga berdarah.
5. Memecah belah Sangha.
Ini adalah bentuk kejahatan yang paling berat!
Janganlah melakukannya dalam keadaan apapun!
Ini akan menghalangi seseorang mencapai Nibbana.
(Anguttara Nikaya III,146)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Majjhima Nikaya 135
Semua makhluk hidup mempunyai karma sebagai,
- Milik mereka,
- Warisan mereka,
- Sebab awal mereka,
- Kerabat mereka,
- Dan pelindung mereka.
Karma itulah yang membedakan makhluk hidup.
Dalam keadaan tinggi atau rendah.
(Majjhima Nikaya 135)
- Milik mereka,
- Warisan mereka,
- Sebab awal mereka,
- Kerabat mereka,
- Dan pelindung mereka.
Karma itulah yang membedakan makhluk hidup.
Dalam keadaan tinggi atau rendah.
(Majjhima Nikaya 135)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Samyutta Nikaya I , 227
Pelaku kebaikan,
Akan memperoleh kebaikan !
Pelaku keburukan,
Akan memperoleh keburukan !
Sesuai dengan benih yang Anda tanam,
Itulah buah yang akan Anda peroleh !
Jika Anda menanam benih yang baik,
Maka, Anda akan menikmati buah yang baik pula !
( Samyutta Nikaya I , 227 )
Labels:
Dhamma - Kutipan
Samyutta Nikaya I,85
Siapapun yang membunuh,
Akan mendapatkan seorang pembunuh!
Siapa yang merebut,
Akan menjumpai seorang perebut!
Siapapun yang mencaci maki,
Akan memperoleh cacian!
Jadi, sebagai akibat dari tindakannya sendiri,
Si penganggu pada saatnya akan diganggu juga!
(Samyutta Nikaya I,85)
Akan mendapatkan seorang pembunuh!
Siapa yang merebut,
Akan menjumpai seorang perebut!
Siapapun yang mencaci maki,
Akan memperoleh cacian!
Jadi, sebagai akibat dari tindakannya sendiri,
Si penganggu pada saatnya akan diganggu juga!
(Samyutta Nikaya I,85)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Majjhima Nikaya 135
Seorang pria atau wanita yang membunuh makhluk hidup,
Bersikap kejam dan gemar memukul serta membunuh,
Tanpa memiliki belas kasihan kepada makhluk hidup,
Maka, akibat dari perbuatan yang dilakukannya itu,
Dapat membawanya ke alam yang rendah/neraka,
Yang penuh dengan kesedihan dan penderitaan.
Apabila ia dilahirkan kembali sebagai manusia,
Dimana saja ia bertumimbal lahir,
Maka, umurnya tidak akan panjang!
(Majjhima Nikaya 135)
Bersikap kejam dan gemar memukul serta membunuh,
Tanpa memiliki belas kasihan kepada makhluk hidup,
Maka, akibat dari perbuatan yang dilakukannya itu,
Dapat membawanya ke alam yang rendah/neraka,
Yang penuh dengan kesedihan dan penderitaan.
Apabila ia dilahirkan kembali sebagai manusia,
Dimana saja ia bertumimbal lahir,
Maka, umurnya tidak akan panjang!
(Majjhima Nikaya 135)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Majjhima Nikaya I,283
Ia yang telah memahami,
Bahwa dirinya telah tersucikan dari hal-hal buruk,
Maka, kegembiraan akan timbul.
Dari kegembiraan datanglah suka cita,
Karena suka cita maka tubuh menjadi tenang,
Dengan tubuh yang tenang ia akan berbahagia,
Dan pikiran orang yang bahagia akan terkonsentrasi,
Sehingga pikirannya akan terisi dengan Cinta-Kasih,
Welas-Asih, Simpati dan Keseimbangan-Batin.
(Majjhima Nikaya I,283)
Bahwa dirinya telah tersucikan dari hal-hal buruk,
Maka, kegembiraan akan timbul.
Dari kegembiraan datanglah suka cita,
Karena suka cita maka tubuh menjadi tenang,
Dengan tubuh yang tenang ia akan berbahagia,
Dan pikiran orang yang bahagia akan terkonsentrasi,
Sehingga pikirannya akan terisi dengan Cinta-Kasih,
Welas-Asih, Simpati dan Keseimbangan-Batin.
(Majjhima Nikaya I,283)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Visuddhimagga 294
Siapapun juga yang mencurahkan perhatiannya,
Untuk merenungkan kedamaian, maka:
Ia akan selalu tidur dan bangun dalam kebahagiaan.
Inderanya akan terkendali dengan baik.
Pikirannya akan penuh damai.
Ia akan merasa malu untuk berbuat yang tercela.
Ia juga berkeyakinan,
Dan berteguh hati mencapai keadaan tertinggi.
Ia akan dihormati,
Dan dipuja oleh kerabatnya dalam kehidupan suci.
Meskipun ia tidak mencapai keadaan yang lebih tinggi,
Setidaknya,
Ia menuju kelahiran kembali yang lebih menyenangkan!
(Visuddhimagga 294)
Untuk merenungkan kedamaian, maka:
Ia akan selalu tidur dan bangun dalam kebahagiaan.
Inderanya akan terkendali dengan baik.
Pikirannya akan penuh damai.
Ia akan merasa malu untuk berbuat yang tercela.
Ia juga berkeyakinan,
Dan berteguh hati mencapai keadaan tertinggi.
Ia akan dihormati,
Dan dipuja oleh kerabatnya dalam kehidupan suci.
Meskipun ia tidak mencapai keadaan yang lebih tinggi,
Setidaknya,
Ia menuju kelahiran kembali yang lebih menyenangkan!
(Visuddhimagga 294)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Itivuttaka, "Ladang Menanam Jasa"
Orang harus melatih dirinya dalam perbuatan jasa,
Yang akan membuahkan kebahagiaan langgeng.
- Kedermawanan,
- Kehidupan yang seimbang,
- Pengembangan pikiran yang penuh cinta kasih.
Dengan mengembangkan perbuatan baik ini,
Akan membuahkan kebahagiaan.
Ia yang bijaksana akan bersuka cita,
Ia akan terlahir di alam yang bahagia!
(Itivuttaka, "Ladang Menanam Jasa")
Yang akan membuahkan kebahagiaan langgeng.
- Kedermawanan,
- Kehidupan yang seimbang,
- Pengembangan pikiran yang penuh cinta kasih.
Dengan mengembangkan perbuatan baik ini,
Akan membuahkan kebahagiaan.
Ia yang bijaksana akan bersuka cita,
Ia akan terlahir di alam yang bahagia!
(Itivuttaka, "Ladang Menanam Jasa")
Labels:
Dhamma - Kutipan
Samyutta Nikaya I,42
Biarlah seseorang mengendalikan ucapan dan pikirannya,
Dan jangan melakukan perbuatan salah lewat jasmani.
Sekiranya,
Ia memiliki kelebihan persediaan kebutuhannya,
Maka, seharusnya dengan penuh keyakinan,
Dan juga penuh dengan keramahan,
Ia mau bersedia membagikan barang miliknya,
Dengan orang lain yang membutuhkannya!
(Samyutta Nikaya I,42)
Dan jangan melakukan perbuatan salah lewat jasmani.
Sekiranya,
Ia memiliki kelebihan persediaan kebutuhannya,
Maka, seharusnya dengan penuh keyakinan,
Dan juga penuh dengan keramahan,
Ia mau bersedia membagikan barang miliknya,
Dengan orang lain yang membutuhkannya!
(Samyutta Nikaya I,42)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Jataka 346
Apakah makanan itu sederhana atau mewah,
Disiapkan dengan cermat atau buru-buru,
Dihidangkan dengan piring perak atau tatakan kayu,
Kasih membuat makanan itu enak bagi semua orang.
(Jataka 346)
Disiapkan dengan cermat atau buru-buru,
Dihidangkan dengan piring perak atau tatakan kayu,
Kasih membuat makanan itu enak bagi semua orang.
(Jataka 346)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Samyutta Nikaya I,75 - Udana 47
Ketika menjelajahi segenap penjuru dengan pikiran,
Orang tidak dapat menemukan,
Seorangpun lebih disayang dari dirinya sendiri.
Setiap orang memandang dirinya yang tersayang.
Karena itu ia yang mencintai dirinya sendiri,
Sebaiknya tidak mencelakai orang lain!
(Samyutta Nikaya I,75 - Udana 47)
Orang tidak dapat menemukan,
Seorangpun lebih disayang dari dirinya sendiri.
Setiap orang memandang dirinya yang tersayang.
Karena itu ia yang mencintai dirinya sendiri,
Sebaiknya tidak mencelakai orang lain!
(Samyutta Nikaya I,75 - Udana 47)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Jataka Nidanakatha 169
Cinta kasih ke teman dan lawan tanpa perbedaan,
Sekiranya engkau,
Telah mencapai kesempurnaan dalam cinta kasih,
Maka, engkau akan mencapai Pencerahan!
(Jataka Nidanakatha 169)
Sekiranya engkau,
Telah mencapai kesempurnaan dalam cinta kasih,
Maka, engkau akan mencapai Pencerahan!
(Jataka Nidanakatha 169)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Anguttara Nikaya II,127
Orang seperti apakah yang harus diikuti?
Orang seperti apakah yang harus dilayani?
Dan Orang seperti apakah yang harus dihormati?
Yakni, orang yang bajik dan penuh cinta kasih.
Kenapa? Karena,
Walaupun engkau tidak setuju dengan pendapatnya,
Namun, nama baiknya yang telah tersebar luas,
Akan membuat engkau dapat berkumpul,
Dengan ia yang penuh dengan cinta kasih.
Membuat engkau mempunyai teman yang berharga,
Dan dapat bergaul dengan orang yang berharga.
(Anguttara Nikaya II,127)
Orang seperti apakah yang harus dilayani?
Dan Orang seperti apakah yang harus dihormati?
Yakni, orang yang bajik dan penuh cinta kasih.
Kenapa? Karena,
Walaupun engkau tidak setuju dengan pendapatnya,
Namun, nama baiknya yang telah tersebar luas,
Akan membuat engkau dapat berkumpul,
Dengan ia yang penuh dengan cinta kasih.
Membuat engkau mempunyai teman yang berharga,
Dan dapat bergaul dengan orang yang berharga.
(Anguttara Nikaya II,127)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Samyutta Nikaya I,208
Bagi orang yang penuh dengan perhatian murni,
- Selalu akan memperoleh kebaikan,
- Kebahagiaannya akan bertambah,
- Segala sesuatunya akan menjadi lebih baik,
Meskipun ia belum terbebas dari para musuh.
Akan tetapi, siapapun yang baik pada siang-malam,
Selalu bergembira dalam melakukan kebaikan,
Membagi cinta kasih kepada semua makhluk hidup,
Orang demikian ini,
Tidak akan mempunyai permusuhan dengan siapapun.
(Samyutta Nikaya I,208)
- Selalu akan memperoleh kebaikan,
- Kebahagiaannya akan bertambah,
- Segala sesuatunya akan menjadi lebih baik,
Meskipun ia belum terbebas dari para musuh.
Akan tetapi, siapapun yang baik pada siang-malam,
Selalu bergembira dalam melakukan kebaikan,
Membagi cinta kasih kepada semua makhluk hidup,
Orang demikian ini,
Tidak akan mempunyai permusuhan dengan siapapun.
(Samyutta Nikaya I,208)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Itivuttaka 22
Ia tidak memukul dan membuat orang lain dipukul,
Ia tidak merampas dan membuat orang lain dirampas,
Akan tetapi,
Ia membagi cinta kasih ke semua makhluk hidup,
Dengan demikian,
Ia tidak mempunyai permusuhan dengan siapapun.
(Itivuttaka 22)
Ia tidak merampas dan membuat orang lain dirampas,
Akan tetapi,
Ia membagi cinta kasih ke semua makhluk hidup,
Dengan demikian,
Ia tidak mempunyai permusuhan dengan siapapun.
(Itivuttaka 22)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Anguttara Nikaya V,342
Manfaat dari mengembangkan perbuatan cinta kasih,
Juga menjadikan cinta kasih sebagai landasan,
Maka seseorang akan dapat,
- Tidur dan bangun dengan gembira,
- Ia juga tidak akan bermimpi buruk,
- Ia akan memiliki cinta kasih pada semua makhluk,
- Ia akan dilindungi oleh para Dewa,
- Api, racun dan pedang tidak akan melukainya,
- Pikirannya dapat terpusat dengan cepat,
- Kulitnya menjadi bersih,
- Ia akan meninggal dunia dengan tenang,
- Dan ia akan mencapai alam surga/Brahma.
(Anguttara Nikaya V,342)
Juga menjadikan cinta kasih sebagai landasan,
Maka seseorang akan dapat,
- Tidur dan bangun dengan gembira,
- Ia juga tidak akan bermimpi buruk,
- Ia akan memiliki cinta kasih pada semua makhluk,
- Ia akan dilindungi oleh para Dewa,
- Api, racun dan pedang tidak akan melukainya,
- Pikirannya dapat terpusat dengan cepat,
- Kulitnya menjadi bersih,
- Ia akan meninggal dunia dengan tenang,
- Dan ia akan mencapai alam surga/Brahma.
(Anguttara Nikaya V,342)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Anguttara Nikaya IV,151
Barang siapa mengembangkan cinta kasih tanpa batas,
Meneguhkan batinnya tuk mengerti akhir kehidupan,
Maka, belenggunya akan terkikis!
Sekiranya ia mengasihi,
Meski hanya pada satu makhluk saja,
Maka, kebaikan akan selalu mengikutinya.
Sang Buddha,
Dengan batinnya yang penuh dengan welas asih,
Terhadap seluruh umat manusia,
Beliau memberikan kebaikan yang berlimpah-limpah.
(Anguttara Nikaya IV,151)
Meneguhkan batinnya tuk mengerti akhir kehidupan,
Maka, belenggunya akan terkikis!
Sekiranya ia mengasihi,
Meski hanya pada satu makhluk saja,
Maka, kebaikan akan selalu mengikutinya.
Sang Buddha,
Dengan batinnya yang penuh dengan welas asih,
Terhadap seluruh umat manusia,
Beliau memberikan kebaikan yang berlimpah-limpah.
(Anguttara Nikaya IV,151)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Sutta Nipata 148
Janganlah menipu orang lain,
Janganlah menghina siapa saja,
Janganlah karena marah atau persaingan,
Lalu berniat jahat mengharapkan orang lain celaka!
(Sutta Nipata 148)
Janganlah menghina siapa saja,
Janganlah karena marah atau persaingan,
Lalu berniat jahat mengharapkan orang lain celaka!
(Sutta Nipata 148)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Sutta Nipata 146-147
Makhluk hidup apapun juga yang ada,
Baik yang lemah ataupun yang kuat,
Baik yang terlihat ataupun yang tidak terlihat,
Baik yang sudah lahir ataupun yang akan lahir,
Tanpa terkecuali,
"Semoga semua makhluk berbahagia!"
(Sutta Nipata 146-147)
Baik yang lemah ataupun yang kuat,
Baik yang terlihat ataupun yang tidak terlihat,
Baik yang sudah lahir ataupun yang akan lahir,
Tanpa terkecuali,
"Semoga semua makhluk berbahagia!"
(Sutta Nipata 146-147)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Jataka 37
Apabila seseorang memiliki pikiran cinta kasih,
Ia akan merasa kasihan ke semua makhluk hidup,
Yang di atas, di bawah dan yang di sekelilingnya,
Tidak terbatas dimanapun juga!
(Jataka 37)
Ia akan merasa kasihan ke semua makhluk hidup,
Yang di atas, di bawah dan yang di sekelilingnya,
Tidak terbatas dimanapun juga!
(Jataka 37)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Anguttara Nikaya II,72
Aku memiliki cinta kasih ke makhluk tanpa kaki,
Pada yang berkaki duapun aku memiliki cinta kasih,
Aku memiliki cinta kasih ke makhluk berkaki empat,
Pada yang berkaki banyakpun aku memiliki cinta kasih..
Semoga makhluk tanpa kaki tidak mengangguku,
Semoga yang berkaki dua juga tidak menggangguku,
Semoga makhluk berkaki empat tidak menggangguku,
Juga yang berkaki banyak tidak menggangguku.
Semoga semua makhluk hidup,
Yang telah dilahirkan ataupun yang belum lahir,
Semoga semuanya tanpa terkecuali merasakan kebahagiaan,
Semoga mereka semuanya terbebas dari penderitaan.
(Anguttara Nikaya II,72)
Pada yang berkaki duapun aku memiliki cinta kasih,
Aku memiliki cinta kasih ke makhluk berkaki empat,
Pada yang berkaki banyakpun aku memiliki cinta kasih..
Semoga makhluk tanpa kaki tidak mengangguku,
Semoga yang berkaki dua juga tidak menggangguku,
Semoga makhluk berkaki empat tidak menggangguku,
Juga yang berkaki banyak tidak menggangguku.
Semoga semua makhluk hidup,
Yang telah dilahirkan ataupun yang belum lahir,
Semoga semuanya tanpa terkecuali merasakan kebahagiaan,
Semoga mereka semuanya terbebas dari penderitaan.
(Anguttara Nikaya II,72)
Labels:
Dhamma - Kutipan
Samyutta Nikaya 705
Beginilah aku, begitu pula orang lain!
Beginilah orang lain, begitu pula aku!
Setelah memiliki penyamaan diri dengan orang lain,
Hendaklah, seseorang tidak mencelakai siapapun,
Atau menyebabkan orang lain celaka!
(Samyutta Nikaya 705)
Beginilah orang lain, begitu pula aku!
Setelah memiliki penyamaan diri dengan orang lain,
Hendaklah, seseorang tidak mencelakai siapapun,
Atau menyebabkan orang lain celaka!
(Samyutta Nikaya 705)
Labels:
Dhamma - Kutipan
01 April 2011
IT - Database - Transaction Processing System (TPS)
A transaction processing system is a type of information system.
TPSs collect, store, modify, and retrieve the transactions of an organization.
A transaction is an event that generates or modifies data that is eventually stored in an information system.
In a TPS, there are 5 different types of files.
The TPS uses the files to store and organize its transaction data:
* Master file:
Contains information about an organization's business situation.
Most transactions and databases are stored in the master file.
TPSs collect, store, modify, and retrieve the transactions of an organization.
A transaction is an event that generates or modifies data that is eventually stored in an information system.
In a TPS, there are 5 different types of files.
The TPS uses the files to store and organize its transaction data:
* Master file:
Contains information about an organization's business situation.
Most transactions and databases are stored in the master file.
Labels:
IT - Database - Concept




